"Suasananya sejak tadi pagi mencekam karena ada ratusan orang yang berdemo cenderung anarki. Mereka melempari batu ke kantor-kantor di kompleks Pemda Lampung Selatan. Ada yang bawa ketapel juga," ujar warga Lampung Selatan, Afit Rufiadi, saat dihubungi detikcom, Senin (2/7/2012) pukul 15.00 WIB.
Awalnya massa datang ke lokasi demo dengan berjalan kaki. Tuntutan demo, sambung Afit, simpang siur. Sebab massa tidak membawa poster ataupun spanduk yang berisi suara tuntutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat massa bermotor datang, Afit mendengar suara sepeda motor menderu-deru. Massa menurutnya terpecah konsentrasinya. Ada yang di depan kompleks, ada yang di belakang kompleks kantor Pemda.
"Sekarang massa sudah pergi. Jalan lintas Sumatera, dari Bakauheni ke Lampung sampai ujung sempat ditutup aparat untuk memberi kesempatan pada pagi tadi kepada massa untuk bubar. Sekarang aparat masih berjaga-jaga," tutur Afit.
(/nwk)










































