Semangat Sugeng membuat kaki palsu untuk masyarakat tersebut berasal dari Pengalaman pribadinya sendiri kehilangan kaki kanannya. Tahun 1981 lalu, Sugeng mengalami kecelakaan saat mengendarai motor, ia pun harus merelakan kaki kanannya untuk diamputasi. Setelah itu Sugeng memperoleh kaki palsu dari orang tuanya, namun beberapa tahun kemudian kaki tersebut rusak.
"Saat itu dibelikan kaki seharga Rp 1,2 juta, terus beberapa tahun rusak, beli lagi dengan harga Rp 2 jutaan. Jaman segitu ya lumayan," kata Sugeng di RS Bhayangkara, jalan Majapahit, Semarang, Senin (2/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang sudah membuat yang versi 7, bisa untuk bersila," katanya.
Dengan keahliannya tersebut, Sugeng sudah membantu banyak warga dari seluruh Indonesia untuk memperoleh kaki palsu. Oleh sebab itu bekerjasama dengan Kick Andy Foundation dan Mabes Polri, sugeng menjalankan program pembagian kaki palsu untuk korban kecelakaan.
"Untuk saudara-saudaraku agar bisa menyelesaikan masalahnya sendiri," kata Sugeng.
Mewakili Andy F Noya, Ali Sadikin mengatakan, program tersebut bukan semata-mata hanya memberikan kaki palsu namun juga dorongan mental kepada korban kecelakaan yang harus kehilangan kakinya.
"Kita tidak bagi-bagi kaki palsu, tapi kita ingin bagi-bagi semangat kemandirian agar tidak merepotkan orang lain karena satu orang berkebutuhan khusus membuat dua orang tidak produktif," kata Ali Sadikin.
"Hari ini diukur, tanggal 12 besok baru kita berikan," imbuhnya.
Selain itu Ali Juga menjelasakan, nantinya akan ada relawan dari petugas Polantas yang mengurus kaki palsu korban kecelakaan yaitu dari pengukuran, pemesanan ke Sugeng hingga mengantar kaki palsu ke rumah korban kecelakaan.
"Di Jakarta sudah ada petugas Polantas yang melakukan itu," ungkapnya.
Salah satu calon penerima kaki palsu asal Blora, Aditya Suprayogi (12) mengaku senang dengan adanya program tersebut karena sudah sejak setahun yang lalu ia harus kehilangan kaki kirinya dari paha ke bawah akibat penyakit kanker tulang.
"Senang mau mendapat kaki palsu," ujar bocah 12 tahun tersebut.
(mpr/mpr)











































