Komplotan Pemeras yang Ngaku Polisi Punya KTA Polri Palsu

Komplotan Pemeras yang Ngaku Polisi Punya KTA Polri Palsu

Chazizah Gusnita - detikNews
Senin, 02 Jul 2012 15:10 WIB
Jakarta - Komplotan pemeras dengan modus mengaku polisi dan menuduh korbannya memiliki narkoba tak tanggung-tanggung dalam melancarkan aksinya. Mereka memalsukan kartu tanda anggota (KTA) Polri.

Salah satu dari komplotan pemeras ini, AP (40) ditangkap warga di Pulogadung pada hari H mereka beraksi di Jakarta Timur. Sementara itu 6 pelaku lainnya kabur.

"Mereka ada 7 orang. Masih ada 6 lagi yaitu A, B, M, R, A, dan D," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Dian Perri, saat dihubungi detikcom, Senin (2/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari tangan pelaku polisi menyita KTA Polri palsu. "Kita sita KTA Polri palsu dan surat Polri palsu," imbuhnya.

Polisi juga menyita 1 unit mobil Toyota Avanza hitam, 1 borgol, lakban, dan korek api. "Masih diperiksa dan dikembangkan ya," sambung Dian.

Menurut Dian, awalnya korban yang merupakan laki-laki dan perempuan (sebelumnya disebut dua wanita) ini melintas di Jl Brawijaya IV, Jakarta Selatan. Tiba-tiba, pukul 00.00 WIB, mobil korban dipepet mobil pelaku.

"Kejadiannya tadi malam dini hari di wilayah Jakarta Selatan. Dipepet pelaku dan ngaku polisi," jelasnya.

Para pelaku kemudian melakukan penggeledahan di dalam mobil korban. Pelaku kemudian berpura-pura menemukan ineks di dalam mobil. Kedua korban pun terkejut lantaran merasa tidak memiliki barang tersebut.

"Nggak tahu juga itu ineksnya siapa. Korban merasa bukan punya dia. Tapi dipaksa mengaku," ucap Dian.

Para pelaku lalu memborgol dan melakban mata korban. Pelaku laki-laki dipukuli dan barang-barang milik kedua korban dirampas.

"Mereka lalu dibawa keliling-keliling sampai di Pulogadung ambil duit di ATM. Mereka teriak didengar warga terus ditangkap 1 orang itu," imbuh Dian.

(gus/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini