Demo Tukang Becak, Massa Tuntut Ketemu Walikota Tangerang
Senin, 23 Agu 2004 11:18 WIB
Jakarta -
Ribuan penarik becak hingga kini masih menggelar unjuk rasa menolak pelarangan becak di kantor Walikota Tangerang, Jl. Satria Sudirman, Tangerang. Massa menuntut bisa berdialog dengan Walikota Tangerang Wahidin Halim.Menurut Edi Saidi, aktivis Urban Poor Consortium (UPC), perwakilan demonstran yang berjumlah 20 orang sempat dipersilakan masuk ke kantor Walikota. Tapi massa menolak untuk berdialog karena bukan dengan walikota."Kami juga menolak karena mereka tidak mau menerima tukang becak dari luar Tangerang. Padahal kami ingin berdialog sebagai organisasi, yakni Jaringan Becak Jabodetabek," kata Edi yang saat dihubungi detikcom, Senin (23/8/2004) pukul 11.00 WIB, sedang berada di tengah aksi.Massa, jelas Edi, akan bertahan sampai walikota bersedia berdialog dan ada keputusan, yakni pencabutan Perda No.5/2004 dan SK Walikota No.6/2004 tentang pelarangan dan daerah jalan bebas becak. "Target kami sampai ditemui walikota dan sampai ada keputusan," katanya.Dijelaskan, aksi ini merupakan buntut dari perlakuan sewenang-wenang aparat Pemerintah Kota Tangerang terhadap para tukang becak. Beberapa hari terakhir ini ada becak yang diceburin ke Kali Cisadane, diambil joknya, atau diambil pentilnya. "Bahkan ada tukang becak yang dipukuli. Selain mengerahkan aparat Trantib, Pemkot Tangerang juga memakai milisi sipil, yakni BPKB Banten. Kami menolak cara-cara kekerasan seperti ini," demikian Edi Saidi.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































