"Kasus ini akan sangat mempengaruhi jalannnya Ical di Pilpres. Disini ada partai yang pollingnya lagi tinggi-tingginya sekarang korupsi Alquran, ini merusak citra," kata politikus Demokrat Ruhut Sitompul di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/7/2012).
Menurut dia kasus yang menjerat Zulkarnaen membuktikan parpol masih disusupi perilaku korup oknum anggotanya. Selain kasus Alquran, Ruhut juga menyoroti kasus suap dana PON Riau dimana 2 politikus Golkar diperiksa KPK pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, Ruhut menghormati pencalonan Ical untuk maju di Pilpres 2014. Tapi bila Golkar tidak dapat membenahi internal terkait kasus hukum dan isu negatif, maka pencalonan Ical akan berat.
"Jangan majunya Pak Ical rusak karena nilai setitik rusak sebelanga, karena itu sangat berpengaruh sekali," tuturnya.
Zulkarnain ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan kitab suci di Kemenag tahun 2011 dan 2012 serta pengadaan laboratorium komputer. Anggota Komisi VIII DPR ini diduga menerima imbalan milliaran rupiah secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun itu.
Selain Zulkarnain, KPK juga menetapkan Dirut PT KSAI Dendy Prasetia sebagai tersangka pemberi suap. Dendy tak lain adalah anak dari Zulkarnain.
Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, Zulkarnain diduga mengarahkan pejabat di Ditjen Bimas Islam untuk memenangkan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia serta PT Karya Sinergy Alam Indonesia (KSAI) dalam proyek pengadaan Alquran.
(fdn/ndr)










































