Nama-nama lapangan terbuka ini beberapa di antaranya mengandung 'Plaza'. Plaza-plaza ini, sesuai dengan arti asalnya yaitu lapangan, alun-alun atau ruang terbuka (square). Namun di Indonesia, kata plaza meluas menjadi pusat pertokoan dengan tempat parkir.
Berikut lapangan ruang publik terbaik di dunia versi Public Space Project, LSM yang bergerak di bidang ruang terbuka publik dan tata ruang kota yang baik dan sustainable yang berpusat di New York, Amerika Serikat (AS). Simak 10 kenyamanan lapangan terbuka publik terbaik di dunia ini:
1. Rynek Glowny Main Square di Krakow, Polandia
|
|
Selain bisa duduk-duduk di bangku taman dan di berbagai kafe yang tersedia, lapangan ini juga dikelilingi tempat belanja, beberapa museum, kampus, gereja, gedung teater, bioskop, dan beberapa fasilitas publik yang penting yang bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki. Tak perlu was-was akan keamanan, karena di salah satu sisinya ada kantor polisi.
2. Piazza del Campo di Sienna, Italia
|
(dok PPS)
|
Orang-orang bertemu, berkumpul, mengobrol alias rendezvous dan duduk di lapangan tanpa alas di tengah-tengahnya sambil menikmati sinar matahari, sementara di sisinya terdapat kafe-kafe dan orang-orang berlalu lalang.
3. Covent Garden di London, Inggris
|
|
Dijuluki tempat 'pasar festival' terbaik di dunia, karena kita bisa menemukan banyak penjual makanan jalanan, penjual kerajinan tangan, hiburan jalanan, restoran, museum hingga gedung opera.
Pada tahun 1500-an hingga tahun 1974, Covent Garden adalah tempat penjualan bunga, sayur-mayur hingga buah.
4. Hotel de Ville di Paris, Prancis
|
|
Bila musim panas, ada bangku taman berupa kursi-kursi pantai dan payung, terkadang ada bazar, dan sarana permainan anak seperti komedi putar. Bila musim dingin, balai kota ini menjadi tempat bermain ice skating. Terletak di pinggir Sungai Seine dan Rue de Rivoli, tempat belanja, membuat balai kota ini sebagai tempat yang strategis untuk bertemu dan berkumpul.
5. Plaza de la Constitucion de Oaxaca (Zocalo), Kota Meksiko, Meksiko
|
|
Setelah invasi Spanyol, selalu ada bangunan yang menandakan kekuasaan Spanyol, gereja dan mahkota. Di Zocalo ini, gereja Katedral terletak di sebelah utara. Sedangkan mahkota perlambang kekuasaan, yakni adalah pusat pemerintahan, dalam hal ini Kantor Gubernur di sisi seberangnya.
Model taman kota Zocalo ini kemudian diadopsi oleh kota-kota lain di Amerika Selatan. Hal ini seperti model alun-alun di kota-kota di Jawa, di mana selalu terdapat masjid di bagian baratnya.
Di Zocalo ini anak-anak bisa dengan leluasa bermain, orang tuanya juga leluasa leyeh-leyeh di bangku taman sambil menikmati suara air mancur. Para pedagang kaki lima yang menjual makanan juga tertata rapi di sini. Salah satu kafe musik sering menggelar pertunjukan tiap Kamis malam. Karena diapit gereja dan gedung pemerintah, maka selain tempat bersosialisasi bagi warga, jemaat gereja, tempat ini juga jadi langganan demonstrasi.
6. Plaza de Armas, di Kota Cuzco, Peru
|
|
Ada 2 gereja Spanyol yang berdiri di sisi-sisi lapangan ini serta bukit dan gunung membuat pemandangan makin indah. Kendaraan cenderung menghindari jalan yang berdekatan dengan Plaza, karena itu lapangan ini sangat nyaman untuk pejalan kaki.
Para warga yang mayoritas berjalan kaki memenuhi tempat ini siang-malam, sekadar untuk bertemu orang, bersosialisasi, pergi ke gereja, berbelanja atau nongkrong dan makan di restoran sekitar lapangan hingga menggalau sendirian. Tak hanya itu, lapangan ini juga digunakan untuk festival, pameran seni, konser hingga demonstrasi.
7. Trg Bana Jelacica di Zagreb, Kroasia
|
|
Penanda khas yang juga meeting poin lapangan ini adalah air mancur Medusevac dan monumen Josip Jelacic, seorang pahlawan Kroasia dan raja muda yang mengalahkan Hongaria di sebuah pemberontakan di tahun 1848.
Beberapa pedagang kaki lima yang tertata rapi, serta kafe-kafe di sisi bangunannya. Bahkan beberapa di antaranya menyediakan bangku berlapis marmer untuk pelanggannya. Biarpun duduk dekat jalur trem, satu-satunya yang bisa Anda dengarkan adalah percakapan orang-orang di sekelilingnya.
8. Federation Square, Melbourne, Australia
|
(dok PPS)
|
Dilalui jalur trem, bisa dijangkau dengan berjalan kaki, sepeda, dan apapun. Beroperasi 24 jam, demikian juga tenaga keamanan dan kebersihan membuat lapangan ini nyaman dan aman untuk dikunjungi. Warga biasanya berkunjung untuk bersantai, berkumpul, menonton pameran seni, dan bahkan tempat untuk demo.
9. Imam Square, Isfahan, Iran
|
(dok PPS)
|
Lapangan ini bersih, banyak bangku taman, dan digunakan untuk aktivitas warga segala usia, laki-laki, perempuan, dari anak-anak yang bermain hingga lansia. Lapangan ini juga digunakan untuk tempat bertemu dan bersosialisasi bagi warga lokalnya.
10. Campo Santa Margherita, Venesia, Italia
|
(dok PPS)
|
Dikelilingi beraneka ragam bangunan, beberapa di antaranya bangunan dari abad 14. Beberapa di antaranya bangunan campuran yang berfungsi sebagai rumah pribadi juga restauran, bar, pasar bunga dan toko-toko yang menarik.
Lapangan ini merupakan jantung kehidupan sosial penduduk Venesia, karena paling ramai dan meriah. Penduduk biasa berbelanja kebutuhan pokok seperti telur, roti, hingga butik baju sampai nongkrong di kafe dan restauran. Lapangan ini sering jadi tempat bertemu (meeting point) anak-anak muda dan pelajar dari Universitas Venesia dan Universitas Ca’ Foscari.
Ada beberapa bangku taman, serta beberapa pohon serta dikelilingi beberapa banguna tua memancarkan rasa hangat dan terlindung bagi warga.
Halaman 2 dari 11











































