Hobi Unik Anggota DPR, Koleksi Mobil VW Mini dari Seluruh Dunia

Hobi Unik Anggota DPR, Koleksi Mobil VW Mini dari Seluruh Dunia

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Senin, 02 Jul 2012 10:17 WIB
Hobi Unik Anggota DPR, Koleksi Mobil VW Mini dari Seluruh Dunia
Jakarta -

Hobi unik bisa milik siapapun. Nah, salah satunya politisi di Senayan. Di balik kesibukan mengikuti rapat-rapat selaku wakil rakyat, sejumlah anggota DPR memiliki hobi unik. Misalnya hobi mengumpulkan mobil VW mini berbagai tipe dari seluruh dunia.

Hobi ini ditekuni anggota Komisi XI DPR yang juga Wakil Sekretaris FPD DPR, Achsanul Qosasi. Mantan wakil ketua Komisi XI DPR ini telah mengoleksi lebih dari 82 mobil VW mini antik.

"Ada 82 mobil VW mini, diperoleh dari berbagai tempat baik dalam maupun Luar Negeri," kata Achsanul saat berbincang dengan detikcom, Jumat (29/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang yang dikoleksi tidak sembarangan mobil VW mini. Beberapa diantaranya adalah tiruan mobil VW antik yang dibuat sudah sangat lama. Tak pelak, harganya pun cukup mahal.

"Termahal harga 416 Euro (setara Rp 5 juta) dapat di Jerman, jenis VW Cabriolet type 1200. Ada juga yang type 1302, 1303 buatan tahun 1968 dan tahun 1974," katanya.

Sebagai penggemar benda antik, tentu harus benar-benar menjadi pemburu benda seni tersebut. Sembari kunker, jalan-jalan pribadi atau sengaja berburu ke luar negeri.

"Yang paling menarik adalah cara mendapatkannya, karena tidak mudah, dan tidak setiap toko souvenir menjual mainan jenis VW," ungkapnya sembari menunjukkan koleksi VW mininya.

Dia mengaku sudah menggemari VW sejak muda. Semasa kuliah dia sudah menggunakan mobil VW buatan tahun 1974,

"Saya adalah penggemar VW, sejak kuliah saya pake VW Kodok type 1303 tahun 74, dengan Nopol B 1303 FM, saya dapat dari staf Kedubes Jerman yang mau pindah kembali ke Jerman. VW tersebut unik karena pake sunroof. Dulu masih zaman mobil ceper, sehingga VW tersebut saya ceperin dengan memotong per di setiap roda. Terus dibawa jalan-jalan di Lintas Melawai (LM) 'ngeceng', daerah favorit bagi anak muda jaman itu (tahun 1987). Sekarang sudah tak ada lagi, dulu dijual buat modal kawin...," kisahnya.

(van/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini