Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan, mengatakan pengeroyokan bermula ketika Rifky melerai pelaku yang memukuli Marco.
"Marco ini baru keluar dari diskotek, sementara Rifky, dia berada di pintu keluar diskotek untuk menjemput temannya," kata Herry kepada detikcom, Senin (2/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Marco ini dipalakin oleh pelaku, tetapi Marco menolaknya," katanya.
Karena menolak, akhirnya terjadi percekcokan antara pelaku dengan Marco. Hingga kemudian Michael, kakak kandung Marco datang menghampiri.
"Kakaknya Marco ini hendak melerai, tetapi kemudian pelaku mengeluarkan senjata tajam," imbuhnya.
Percekcokan kemudian berujung pada perkelahian. Michael kemudian ditusuk oleh pelaku pada bagian dada kiri atas. Sementara Marco ditusuk pada bagian bahu kirinya.
Rifky yang melihat kejadian itu kemudian mencoba melerai keributan tersebut. Namun, pelaku tidak terima dan justru malah memukuli korban.
"Korban kemudian berlari ke lorong, lalu korban dikejar oleh Daniel dan kawan-kawannya," katanya.
Saat itu, Rifky sempat mengeluarkan senjata api untuk memberitahukan bahwa dirinya adalah seorang polisi. Namun, Galang dan Daniel justru makin membabi buta, memukuli Rifky hingga babak belur.
"Kemudian korban (Rifky) dikejar para pelaku dan pelaku Daniel, mau rebut senjatanya. Setelah itu dikejar, direbut senjata dan dilempar ke Galang," jelasnya.
Korban dikejar para pelaku hingga ke areal parkiran. Setelah itu, Rifky berhasil meloloskan diri. Para pelaku kemudian kabur meninggalkan lokasi. Sementara korban penusukan dilarikan ke RS Siloam.
"Jadi ada dua kejadian di sini yaitu penusukan terhadap dua warga sipil dan pengeroyokan terhadap anggota polisi," tutupnya.
Saat ini, polisi masih mengejar pelaku lainnya, sementara 12 orang telah diamankan dalam kejadian itu. Senjata jenis revolver kaliber 38 milik Rifky pun belum ditemukan.
(mei/mok)











































