Sumber Dana Kampanye Tak Jelas: Foke Terbanyak, Hendardji Nihil

Sumber Dana Kampanye Tak Jelas: Foke Terbanyak, Hendardji Nihil

Andri Haryanto - detikNews
Minggu, 01 Jul 2012 19:36 WIB
Sumber Dana Kampanye Tak Jelas: Foke Terbanyak, Hendardji Nihil
Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan sejumlah donatur yang tidak jelas identitasnya dalam setiap pasangan Cagub-Cawagub Pilkada DKI Jakarta. Pasangan Foke-Nara tercatat paling banyak menerima sumber uang dari pihak yang tidak jelas tersebut, 861 sumber dana. Sedangkan Hendardji-Riza nihil, alias tidak ada sumber dana tidak jelas.

Undang-undang 32/2004 tentang Pemilukada mengatur mengenai sumber dana yang akan digunakan para kontestan Pilkada. Dalam pasal 85 ayat 1, 2 dan 3, disyaratkan peserta tidak diperbolehkan menerima sumbangan dari penyumbang atau pemberi bantuan yang tidak jelas identitasnya.

Bila aturan tersebut dikangkangi, maka kandidat yang terindikasi pelanggaran tersebut dapat terancam 4 bulan penjara atau paling lambat 24 bulan atau denda Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan temuan ICW, pasangan Foke-Nara tercatat paling banyak menerima sumbangan tidak jelas atau tidak lengkap identitasnya. Paling banyak terdapat di sumbangan tanpa menyertakan NPWP dengan total sumbangan Rp 27.650.000.000.

Kemudian sumbangan tanpa identitas dan tanpa alamat sebanyak 181 dengan total uang Rp 734.000.000, sumbangan tanpa identitas alamat sebanyak 63 dengan total 305 juta, sumbangan dari badan hukum tanpa menyertakan NPWP ada 1 dengan total Rp 100 juta, dan sumbangan dari badan hukum tanpa menyertakan akte ada 6 dengan total sumbangan Rp 1 miliar.

Pasangan Jokowi-Ahok, ICW menemukan 63 sumbangan tidak jelas. Sumbangan tersebut banyak masuk di individu yang tidak menyertakan NPWP terdapat 53 dengan total Rp 728.500.000, sumbangan tanpa identitas alamat ada 4 dengan total Rp 215 juta, sedangkan penyumbang beralamat sama ada 3 dengan total Rp 390 juta, badan hukum tanpa akte sebanyak 2 dengan total Rp 550.000.000, dan badan hukum tanpa menyertakan NPWP ada 1 dengan total l RP 300 juta.

Pasangan no 4, Hidayat-Didik , ditemukan 51 donasi tidak jelas. Sama seperti pasangan lainn, paling banyak ditemukan di penyumbang individu tanpa menyertakan NPWP, sebanyak 45 dengan total sumbangan Rp 1.931.000.000. Lalu, penyumbang tanpa alamat ada 2 dengan total Rp 100 juta, tanpa identitas alamat ada 1 total Rp 50 juta, badan hukum tanpa menyertakan NPWP ada 1 dengan total sumbangan Rp 500 juta, badan hukum tanpa menyertakan akte ada 1 total Rp 500 juta, dan penyumbang beralamat sama namun nama berbeda ada 1 dan total Rp 100 juta.

Pasangan dari jalur independen Faisal-Biem, hanya tercatat menerima 2 sumbangan dari donatur tanpa identitas dan alamat dengan total Rp 4.849.663

Sementara pasangan Alex-Nono, ICW menemukan 9 donasi tidak jelas, yaitu 6 sumbangan keterangan barang kurang jelas ada 6 dengan total Rp 1.862.900.000 dan Rp 1.500.000.000, serta individu tanpa menyertakan NPWP sebanyak 1 dengan total Rp 20 juta.

Untuk pasangan Hendardji-Riza, ICW tidak menemukan adanya sumbangan yang dinilai tidak jelas.

"Dari temuan ini akan kita laporkan ke Panwaslu. Yang penting adalah buruknya ketidaktranparan dana kampanye harus dijadikan pelajaran," kata peneliti ICW divisi korupsi politik, Apung Widadi, dalam keterangan persnya di kantor ICW, Kalibata Timur, Jakarta, Minggu (1/7/2012).

Menurut Apung, meski donatur enggan untuk menuliskan nama, namun dalam konteks pemilukada, identitas lengkap disertakan untuk menghindari uang tersebut berasal dari hasil pencucian uang atau tidak kejahatan.

"Bagaimanapun pilgub di Jakarta jadi barometer untuk pilgub daerah lain," jelas Apung

(ahy/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini