Tayangan film pendek di dua layar lebar menjadi pembuka acara berbagi pengalaman terkait buku otobiografi 'Chairul Tanjung Si Anak Singkong' di Toko Buku Gramedia, Trans Studio Mall (TSM), Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Minggu (1/7/2012). Turut hadir CT dan penyusun buku yakni Tjahja Gunawan Diredja. Puluhan orang, mayoritas pembeli buku tersebut, serius menyimak pemaparan CT.
Buku terbitan Kompas setebal 384 halaman itu dibanderol Rp 58 ribu. CT ingin mengisahkan hidupnya kini sebagai akumulasi masa lalu. "Tanpa terasa usia saya sekarang 50 tahun," ucap alumnus SMAN 1 Budi Utomo Jakarta mengawali perbincangan di hadapan hadirin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lika liku perjalanan hidupnya menuju kesuksesan terbalut suka dan duka. CT ingin memperkenalkan diri kepada publik lewat buku ini tentang kehidupan di masa lampau.
"Banyak orang tidak tahu tahu CT yang dulu. Yang dilihat CT sekarang," ujar alumnus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini.
CT mengungkapkan rasa syukur menikmati pemberian Allah kepadanya hingga sekarang. Ketua Komite Ekonomi Nasional ini menambahkan, kehadiran buku 'Si Anak Singkong' bertujuan agar historisnya bisa bermanfaat bagi orang lain.
CT ingin bertukar pikiran soal pengalaman hidup yang diharapkan menjadi inspirasi semua orang, terutama generasi muda bangsa Indonesia. "Saya bermimpi lahir CT-CT (Chairul Tanjung) baru. Inspirasi yang disampaikan mengenai kerja keras, cerdas, ulet, dan pantang menyerah. Harapannya, makin banyak pengusaha besar dari negeri ini," ucap CT sembari tersenyum.
Dalam kesempatan yang sama, Tjahja Gunawan Diredja mengaku bersyukur bisa menulis otobiografi CT. Tjahja memberikan intisari dari buku tersebut.
"Hidup itu ialah perjuangan. Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras," terang Tjahja.
Dalam sesi tanya jawab, seorang pria memuji kesuksesan CT. Malah pria tua itu meminta CT memimpin Indonesia pada 2014 mendatang. Bagaimana CT menanggapinya?
"Saya ini prajurit negeri. Apapun skenario dan perintah di atas (Allah) akan saya jalani secara ikhlas. Jadi pengusaha juga mulia, jadi presiden juga mulia. Presiden atau tidak, gak masalah," tutur CT.
Usai acara, puluhan orang yang menenteng buku tersebut antre untuk mendapatkan tandatangan dari CT.
"Bung CT merupakan salah satu tokoh muda yang sukses membangun komunitas bisnisnya, bukan berangkat dari sesuatu yang sudah besar. Perjuangannya dalam membangun apa yang telah dicapainya saat ini tidak lepas dari kepemimpinan dan visi yang dimilikinya dalam ikut serta membangun negara ini. Buku ini menceritakan secara rinci perjuangannya itu," komentar Menko Polhukam Kabinet Indonesia Besatu II, Djoko Suyanto, yang tertulis pada bagian belakang buku itu.
(bbp/)










































