Foke Pastikan Jalan Layang Antasari-Blok M Bisa Digunakan Tahun Ini

Foke Pastikan Jalan Layang Antasari-Blok M Bisa Digunakan Tahun Ini

Prins David Saut - detikNews
Minggu, 01 Jul 2012 17:11 WIB
Jakarta - Pembangunan jalan layang non tol (JLNT) di ruas Antasari-Blok M Jakarta Selatan sudah memasuki tahap 90 persen. JLNT dinilai dapat mengurangi dampak pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) terhadap arus lalu lintas.

"Kehadiran JLNT ini akan meminimalisasi dampak pembangunan MRT terhadap arus lalu lintas," kata Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, saat meninjau langsung pengerjaan JLNT Antasari-Blok M, Minggu (1/7/2012).

JLNT tersebut dibangun oleh pemprov DKI Jakarta dan direncanakan dapat digunakan paling cepat pada September 2012 mendatang. Pemprov DKI mengklaim pembangunan sesuai jadwal kecuali yang melintasi Pasar Cipete.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya optimistis, insya Allah jalan ini sudah bisa digunakan pada September atau paling lama Oktober nanti," ujar pria yang dikenal dengan kumisnya tersebut.

Fauzi Bowo menyempatkan melalui JLNT bersama Kepala Dinas PU Pemprov DKI Jakarta dengan menggunakan mobil. JLNT dinilai mampu menurunkan angka kepadatan kendaraan di wilayah Jakarta Barat, karena memisahkan antara arus lalu lintas lokal dengan yang hanya lewat.

"Jalanannya bagus, jika jalan JLNT sudah digunakan, masyarakat di Jakarta Selatan akan lebih nyaman," ucap pria yang akrab disapa Foke tersebut.

Foke menilai pembangunan JLNT memberikan manfaat domino khususnya untuk pembangunan Jalan Tol Antasari-Depok. "Kalau ini tidak dibangun sekarang, saat jalan tol itu beroperasi hasilnya tidak akan maksimal, potensi kemacetan di pintu akan tinggi sekali," tutup Foke.

Menurut Jubir Foke, Cucu Ahmad Kurnia, pembangunan jalan ini sudah sesuai dengan jadwal. Semua berjalan dengan waktu yang ditetapkan. "Memang ditargetkan September bisa dipakai, kalau melenceng paling 1-2 bulan. Dan yang jelas sudah bisa dipakai 2012 ini karena targetnya tahun ini," ucap dia.

Pengerjaan JLNT Antasari-Blok M dilaksanakan melalui 6 paket, yaitu paket Pasar Cipete, paket Cipete Utara, paket Taman Brawijaya, paket Prapanca, dan paket Mabak. Pemprov DKI Jakarta melaksanakan pembangunan ini bekerja sama dengan beberapa kontraktor, tujuannya agar jadwal pembangunan tidak molor. JLNT dikerjakan secara simultan mulai awal tahun 2011 lalu.

JLNT diharapkan mampu mengurangi kemacetan di Antasari-Blok M sebesar 30 persen. Panjang jalan layang ini sendiri dari Pangeran Antasari hingga Lapangan Mabak Blok M adalah 4.846 m, dan lebar 17,5 meter dibagi dua jalur dengan ketinggian 10 meter dari jalan yang ada di bawahnya.

(/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini