"Kita berjuang mendapatkan dukungan rakyat, jangan terlalu tergiur oleh survei," ujar Prabowo di selai kampanye akbar cagub DKI, Jokowi-Ahok, di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (1/7/2012).
Menurut dia, suatu survei bisa objektif dan bisa pula subjektif. Hasil survei pun bisa beragam. Namun yang terpenting adalah dukungan rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia enggan berbicara lebih lanjut soal pencapresan. Sebab baginya pilpres masih lama.
"Masih lama, 2014. Nanti ada waktu yang tepat," imbuh Prabowo.
Sebelumnya, hasil Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) menempatkan Prabowo di urutan pertama dengan 25,8 persen dari 2.192 responden. Disusul Megawati (22,4 persen), Jusuf Kalla (14,9 persen), Aburizal Bakrie (10,6 persen), Surya Paloh (5,2 persen), Wiranto (4,5 persen) dan sejumlah tokoh lainnya.
Survei ini dilakukan di 163 kabupaten di 33 provinsi di Indonesia. Survei dilakukan pada 14-24 Mei 2012 dengan metode survei stratified random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 2.192 responden.
Kemudian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis survei yang diadakan pada 2-11 Juni 2012, dari 1.200 responden yang dijaring dengan metode multistage random sampling dan dilakukan dengan metode wawancara. Hasil survei menunjukkan Megawati Soekarnoputri berada di posisi pertama dengan 18,3 persen dukungan responden, disusul Prabowo Subianto (18 persen). Posisi ketiga ditempati Aburizal Bakrie (17,5 persen), kemudian Hatta Rajasa (6,8 persen) dan Ani Yudhoyono di posisi paling buncit dengan dukungan 6,5 persen responden.
(/)











































