Demikian disampaikan Ketua Dewan Pembina Pengurus Pusat Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo) yang juga BNP2TKI, Jumhur Hidayat, dalam siaran pers kepada detikcom, Minggu (1/7/2012).
Menurut Jumhur, para cagub/cawagub DKI seharusnya mengutamakan agenda perbaikan kehidupan buruh. Mengingat tingkat ketergantungan kegiatan ekonomi di Jakarta baik langsung ataupun tidak, banyak melibatkan keberadaan buruh sebagai ujung tombak yang menguntungkan perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurangnya perhatian terhadap agenda kesejahteraan buruh dari para cagub/cawagub, kata Jumhur, juga diperlihatkan melalui keengganan para calon yang akan memimpin Jakarta itu untuk berdialog dengan aktivis perburuhan, sehingga pemikiran dari kalangan tokoh buruh guna pembangunan ekonomi Ibukota.
"Karena sikap yang menjauh ini, maka jelas akan terus membuat kesenjangan antara kemajuan ekonomi di Jakarta dengan rendahnya nasib para buruh, di samping sikap itu juga membiarkan berlanjutnya perlakukan tidak adil oleh sebagian besar pelaku usaha kepada para buruh," jelas Jumhur.
Ia menambahkan, pelaku usaha besar di Jakarta cenderung hanya menerima keuntungan ekononomi demi kepuasan para pemilik modal. Sedang di lain sisi menjadikannya tak peduli pada perbaikan kehidupan buruh untuk hidup layak.
"Sesungguhnya, penanganan masalah perburuhan dan perbaikan nasib buruh di Jakarta harus menjadi contoh terbaik untuk diikuti daerah lain, agar secara nasional dapat terbangun pemartabatan hidup buruh yang berdaulat di tanah air,"tandasnya.
(van/van)











































