"Buruh harus tampil menjadi penentu arah politik nasional, bahkan bila perlu mengambil agenda nasional dengan ikut memimpin kehidupan bangsa di masa datang," ujar Jumhur, dalam siaran pers kepada detikcom, Minggu (1/7/2012).
Dikatakan, dengan memperkuat posisi tawar buruh ke dalam politik nasional atau bangsa, diharapkan perjuangan kaum buruh untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi rakyat dan buruh akan terwujud. Termasuk dalam menghadirkan sendi-sendi kebangsaan (nasionalisme) yang membuat Indonesia bisa disegani oleh bangsa-bangsa lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, bila buruh tampil memimpin politik atau dalam kepemimpinan bangsa, tentu makna perjuangan buruh menjadi sangat strategis sekaligus memudahkan tercapainya kehidupan buruh yang diidamkan baik ekonomi maupun politik.
"Dalam hal nasionalisme, seandainya para buruh bersatu serta mengejar agenda kepemimpinan politik dan bangsa, tentu perwujudkan nasionalisme itu betul-betul akan menjadi kenyataan. Sebab, bagi buruh nasionalisme adalah kekuatan utamanya dalam mencintai Indonesia,"tandasnya.
(/)










































