"Ini (bentrok PP dengan FBR) menunjukkan ruang publik kita kurang. Jadi masyarakat kita jadi terkotak-kotak. Banyak orang yang kebut-kebutan, geng motor," ujar Hendardji yang mengenakan koko putih, selempang merah dan peci putih.
Hendardji mengatakan itu sebelum kampanye di Lapangan Pacuan Kuda Pulomas, Jakarta Timur, Sabtu (30/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendardji menuturkan, bentrok antara ormas harus ditangani langsung oleh kepala daerah. Masyarakat jangan diserahkan untuk menyelesaikan masalah itu.
"Untuk masalah ini (bentrok) jangan diserahkan pada masyarakat. Ini menunjukkan kepala daerah kita tidak peduli, kepala daerah kita harus peduli," kata dia.
Ormas FBR dan Pemuda Pancasila (PP) terlibat bentrok di Tangerang Kamis (28/6) lalu. 1 Orang tewas dan sejumlah kendaraan dirusak.
(nwy/ndr)











































