MUI: Korupsi Pengadaan Alquran Memalukan

MUI: Korupsi Pengadaan Alquran Memalukan

- detikNews
Sabtu, 30 Jun 2012 14:30 WIB
MUI: Korupsi Pengadaan Alquran Memalukan
Tasikmalaya - Ketua Komisi Fatwa MUI Ma'ruf Amin menilai korupsi pengadaan kitab suci itu merupakan sesuatu yang memalukan. Tak sepantasnya sesuatu yang suci dicemari oleh pelanggaran hukum.

"Itu memalukan dan harus diusut sampai tuntas," kata Ma'ruf di sela-sela acara Ijtima' Ulama Komisi Fatwa MUI ke-IV di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Juma (29/6/2012).

Ma'ruf mengatakan, korupsi pengadaan Alquran menandakan orang sudah tidak memiliki kepedulian lagi dan semuanya dijadikan lahan untuk mendapatkan uang dari hasil korupsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apa saja di korupsi termasuk pengadaan Alquran juga dikorupsi, itu kan tandanya orang yang sudah tidak punya batas-batas" katanya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan anggota Komisi VIII Zulkarnaen Djabar sebagai tersangka kasus pengadaan kitab suci di Kemenag tahun 2011 dan 2012 serta pengadaan laboratorium komputer. Ia diduga menerima imbalan milliaran rupiah secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun itu.

Dan menariknya, uang yang dia terima antara lain dari Dendy Prasetia, anak kandungnya sendiri. Ketua KPK Abraham Samad menyatakan Dendy merupakan anak kandung dari Zulkarnain. Perputaran uang panas pun banyak berkutat di keluarga politisi Golkar itu.

"Iya dia itu anaknya ZD," ujar Abraham kepada detikcom, Jumat (9/6/2012).

(nal/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads