Hal itu disampaikan Deputy Chief of Mission KBRI Den Haag, Umar Hadi, dalam bincang-bincang dengan detikcom pada acara open day di Sekolah Indonesia Nederland (SIN), Wassenaar, baru-baru ini.
"Saya kira bangsa Indonesia sendiri adalah eksperimen multikulturalisme paling besar dalam dunia modern dan telah teruji oleh sejarah. Ini sebenarnya yang ingin kita tunjukkan, salah satunya melalui sekolah ini," ujar Umar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para siswa belajar aktif menghargai perbedaan, sebab dengan itu mereka juga menghargai eksistensi dirinya.
"Dan ini sebenarnya kekuatan Indonesia yang ingin kita kemukakan. Justru perbedaan suku-suku bangsa itulah yang kita junjung tinggi dan karena perbedaan itulah kita bersatu. Bukan unity in diversity, sebab itu punya implikasi uniformisasi, tapi justru in diversity we united, dalam keanekaragaman itu kita bersatu," terang Umar.
Lanjut Umar, beberapa tahun mutakhir SIN telah dikembangkan supaya lebih fokus pada proses belajar mengajar anak-anak dan sudah melakukan proses akreditasi secara nasional untuk tingkat SD, SMP, dan SMA. Bahkan untuk SMP dan SMA itu SIN mendapat akreditasi A. Ini artinya sama dengan sekolah paling bagus mana pun di Jakarta.
Selain itu, SIN juga menyesuaikan dengan peraturan pemerintah Belanda mengenai pendidikan anak-anak. Dari tiga kategori yang tersedia, diputuskan untuk mengambil kategori foreign school. Jadi bukan sekadar embassy school.
Dikatakan Umar bahwa dulu banyak orang mengira SIN itu embassy school, cuma anak-anak kedutaan yang sekolah di dalamnya. "Dengan niat supaya kualitas pendidikan lebih baik kita ajukan status foreign school. Jadi bisa dengan kurikulum Indonesia, tetapi SIN sekaligus dapat menerima siswa dari masyarakat Belanda," tutur Umar.
Beberapa persyaratan pelajaran disampaikan dalam salah satu bahasa internasional, Inggris, Jerman atau Prancis, lalu ada pelajaran wajib bahasa Belanda yang diawasi oleh lembaga terkait di Belanda. Semua itu ditempuh supaya kualitas SIN terjaga dan mau tidak mau harus terus berkembang.
Sejak 2004 tingkat kelulusan ujian nasional siswa SIN selalu 100% untuk tingkat SMP dan SMA. Lulusan SIN dari tingkat SMA tahun ini ada yang diterima di Erasmus University (Rotterdam), Haagsche Hogeschool (Den Haag), IPB (Bogor), Binus (Jakarta), dan satu orang masih memilih salah satu universitas di Berlin.
"Dalam waktu dekat mudah-mudahan SIN bisa kita tingkatkan lagi menjadi international school. Dengan begitu anak-anak SIN akan mendapat kualitas pendidikan kelas satu dan lulusannya punya brevet yang diakui dimana-mana," papar Umar.
Diplomat karir yang mendapat promosi menjadi Direktur Eropa Barat pada Kemlu RI ini juga meyakini bahwa kalau sudah waktunya SIN akan dapat menjadi Indonesian International School dimana kompetensi dalam berbudaya dan hubungan antar-kebudayaan menjadi salah satu daya tarik bagi para orangtua untuk menyekolahkan anak-anaknya.
"Kita juga terus menata apa kelebihan SIN sehingga para orangtua di Belanda ini mau menyekolahkan anak-anak mereka di SIN," pungkas Umar.
(es/es)











































