Ketua Dewan Pertimbangan Partai Akbar Tandjung mengingatkan agar kader partainya selalu waspada. Masalah-masalah yang muncul itu bisa mengancam elektabilitas partai hingga rencana pencalonan Ical--sapaan akrab Aburizal-- untuk menjadi presiden.
"Rapimnas sebagai momentum bagi Golkar untuk memperbaharui tekadnya untuk menang. Seperti yang Ical bilang, elektabilitas Golkar tinggi. Tapi Pemilu masih dua tahun yang akan datang, bisa saja berbagai masalah," kata Akbar di sela-sela Rapimnas ke III Partai Golkar di Hotel Aston Bogor Nirwana Resort, Jawa Barat, Jumat (29/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat Rapimnas, Akbar juga berharap adanya strategi pemenangan Pemilu yang efektif dan efisien. Pencapresan dini bila memang sesuai mekanisme partai harus didukung semua kader, baik di pusat maupun di daerah.
"Jika suara Golkar kurang dari 20 persen suara di DPR dan kurang dari 25 persen suara dalam Pemilu, Golkar harus mencari partai lain berkoalisi," terang Akbar.
Sekadar diketahui, masalah yang saat ini mendera partai Golkar adalah urusan korupsi. Salah seorang kadernya Zulkarnain Djabar ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan Alquran di Kementerian Agama.
Sementara dua orang pentolan Golkar lain, Setya Novanto dan Kahar Muzakir diperiksa oleh KPK hari ini sebagai saksi kasus dugaan suap PON di Riau.
(mad/aan)










































