Perlu Dibina Jakarta Damai agar Tak Ada Bakar-bakaran Usai Pilkada

Perlu Dibina Jakarta Damai agar Tak Ada Bakar-bakaran Usai Pilkada

Ray Jordan - detikNews
Jumat, 29 Jun 2012 13:14 WIB
Perlu Dibina Jakarta Damai agar Tak Ada Bakar-bakaran Usai Pilkada
Jakarta - Pilkada di beberapa daerah di Indonesia diwarnai kerusuhan. Aksi bakar-bakaran kerap terjadi sesaat setelah pilkada usai. Cawagub DKI, Nachrowi Ramli (Nara) berniat membina kedamaian di Jakarta sehingga usai pilkada keadaan tetap adem.

"Itu yang perlu kita bina, Jakarta yang damai. Kita tidak ingin Jakarta seperti daerah-daerah lain, sehabis pilkada gedung KPUD, rumah gubernur dibakar. Itu tidak akan terjadi di Jakarta," ucap Nara.

Hal itu disampaikan dia di sela-sela kampanye di Jalan Kampung Bugis No 17 RT 004/03, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (29/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait keributan terkait pencopotan atribut cagub-cawagub, Nara memastikan polisi telah turun tangan. Dia berharap peristiwa semacam itu tak lagi terulang.

Dalam kesempatan itu dia menyebut program yang telah dilaksanakan Gubernur DKI Fauzi Bowo sudah jelas grand desainnya. Desain itu pun telah teruji dan konsepnya telah dianalisa dengan baik. Sehingga jika Foke-Nara terpilih menjadi kepala daerah di DKI maka program yang telah ada akan tetap dilanjutkan.

"Yang saya punya adalah pengalaman dalam bekerja. Ini yang akan saya curahkan bagi kota Jakarta, mudah-mudahan tercapai masyarakat yang aman, sejahtera, dan maju," tutur Nara yang menegaskan akan bekerja keras dalam sepekan ke depan hingga masa kampanye usai guna mendapat tambahan dukungan.

Saat kampanye digelar, kebetulan ada warga yang meninggal. Rumah duka berada tepat di sebelah lokasi kampanye Nara. Nara pun menyempatkan diri untuk melayat. Dia pun mengirimkan bunga dukacita dan uang santunan.

Kendati ada orang meninggal, namun kampanye tetap digelar. Keluarga almarhumah Hartati tidak keberatan. Sebab keperluan kampanye telah dipasang. Hanya saja musik dan sebagainya tidak diperdengarkan untuk menghormati yang berduka.

"Kemarin saya juga sudah bilang kepada pengurus. Masalah ini bukan kemauan kita, tapi sudah diatur sama yang di Atas. Kemudian panitia bilang silakan dilanjut. Aturan yang harusnya ada musik dan lain-lain akhirnya dipending," tutur Siswandi, kerabat almarhumah.

(/nwk)


Berita Terkait