Oce Madril: Saweran KPK Bentuk Perlawanan Atas Keangkuhan Kekuasaaan

ADVERTISEMENT

Updated

Oce Madril: Saweran KPK Bentuk Perlawanan Atas Keangkuhan Kekuasaaan

- detikNews
Jumat, 29 Jun 2012 06:44 WIB
Ilustrasi
Jakarta, - Aksi penggalangan dana untuk pembangunan gedung baru KPK dianggap bukan cara yang cerdas. Seharusnya, masyarakat mendorong adanya perbaikan model pembahasan anggaran di DPR yang dinilai bermasalah.

"Jalan tengahnya, kita dorong perbaikan model pembahasan anggaran di DPR," cetus pengamat hukum dari Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM, Oce Madril, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (28/6/2012) malam.

Menurut Oce, pertemuan-pertemuan atau lobi-lobi di belakang forum resmi saat pembahasan anggaran berlangsung harus dihilangkan. Ia menilai hal itulah yang membuat pembahasan anggaran menjadi lama dan terkadang memakan banyak biaya.

"Ada problem dalam fungsi budgeting DPR. Ada sesuatu yang salah, proses sistemnya harus diperbaiki," tuturnya.

Lebih lanjut Oce menjelaskan, aksi saweran dana yang saat ini dilakukan masyarakat memang ada payung hukumnya, yakni diatur dalam UU Perbendaharaan Negara. Namun, lanjutnya, hal ini bukan cara yang cerdas untuk membantu KPK.

Terlebih, mengingat aksi penggalangan dana ini berhubungan dengan KPK yang notabene sebuah lembaga antikorupsi yang independen. Uang yang mengalir dalam bentuk sumbangan ini sangat rawan dan berisiko. Bisa jadi uang yang pernah digunakan dalam praktik korupsi, malah dijadikan sumbangan untuk KPK.

"Menurut saya, ini pilihan yang tidak cerdas. Cara ini merupakan simbol perlawanan terhadap keangkuhan dan kekuasaan, juga menjadi simbol perlawanan terhadap model pembahasan DPR," ucapnya.

"Tapi cara ini tidak menyelesaikan persoalan. Persoalan yang sebenarnya tetap hidup," tandas Oce.


(nvc/trq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT