Demikian inti pembicaraan telepon Presiden SBY dengan Sekjen PBB Ban Ki Moon. Hal itu diungkapkan Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, Kamis (28/6/2012) tengah malam.
"Presiden SBY merekomendasikan agar Sekjen PBB dapat mengambil inisiatif baru, termasuk merubah mandat pasukan PBB," ujar Faiz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, pada saat bersamaan konflik internal bersenjata di Suriah belum ada tanda akan mencapai titik temu. Maka jelas rakyat yang akan menjadi korban terbesar jika perang tersebut terjadi. Sebab, mereka digencat konflik dari dalam dan luar negeri.
Namun Faiz tidak dijelaskan apakah maksud Presiden SBY adalah agar pasukan PBB yang bertugas sebagai tim pemantau di Suriah diberi mandat baru sebagai pasukan penjaga perdamaian. Namun, Faiz merujuk terobosan yang diambil PBB sewaktu terjadi krisis di Lebanon.
"Ini sesuatu yang masih berproses lebih lanjut. Terobosan di Lebanon juga berangkat dari pembicaraan Presiden SBY dengan Sekjen PBB," ujarnya.
Terhadap rekomendasi tersebut, Sekjen PBB, menurut Faiz, memberikan apresiasi kepada Indonesia. Tidak terkecuali kepemimpinan yang diambil Presiden SBY, utamanya melalui komunikasi di sela-sela KTT G20 dan Rio + 20.
"Sekjen PBB menyatakan akan membahas lebih lanjut perkembangan di Suriah dalam forum di Jenewa dan akan membahas lebih lanjut hasil-hasil pertemuan tersebut dengan Presiden SBY," papar Faiz.
(lh/trq)











































