Kesepakatan ini dihasilkan dalam pertemuan Third Like Minded Countries Meeting (LMCM) on the Protection of Genetic Resources, Traditional Knowledge, and Traditional Cultural Expressions/Foklore (GRTKTCE/F) yang berlangsung di Legian, Bali, Kamis (28/6/2012).
"Negara-negara berkembang yang tergabung dalam LMCs adalah negara yang memproduksi atau menjadi negara asal dari sumber daya genetika, pengetahuan tradisional," kata Direktur Perjanjian Ekonomi dan Sosial Budaya Kemlu, Bebeb AKN Djundjunan, dalam sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka beragumen, loh kita kan punya teknologi. Kita bisa balas, loh kita bisa cari teknologi sendiri, memang Anda bisa cari sumber genetika sendiri?" tutur Bebeb.
Oleh karena itu, Jumat (29/6) besok, LMCs akan mengundang negara-negara non-LMCs seperti Australia, Cina, Norwegia, dan Switzerland untuk ikut mendengarkan hasil kesepakatan yang dihasilkan hari ini. Diharapkan mereka bisa menjadi jembatan untuk perbedaan-perbedaan pendapat mengenai penggunaan budaya atau bahkan bergabung dengan LMCs.
"Mereka bergabung adalah idaman saya, bayangkan negara-negara itu tadinya menolak keberadaan LMCs. Tapi sekarang mereka mau datang, berarti sudah ada pengakuan dari mereka," pungkasnya.
(/)










































