Hary Tanoe Tak Tahu Soal Ancaman pada Tommy Hindratno

Hary Tanoe Tak Tahu Soal Ancaman pada Tommy Hindratno

- detikNews
Kamis, 28 Jun 2012 18:25 WIB
Hary Tanoe Tak Tahu Soal Ancaman pada Tommy Hindratno
Hary Tanoeseodibjo
Jakarta - Pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Sidoarjo, Tommny Hindratno mengaku mendapat ancaman dari pihak tertentu terkait perkara restitusi pajak PT Bhakti Investama. Dirut Bhakti Investama Hary Tanoeseodibjo menyatakan tidak tahu menahu perihal ancaman yang didapatkan Tommy tersebut.

"Itu tidak ditanyakan ke saya tadi. Saya tidak kenal. Saya tahu saja tidak (ancaman)," ujar Hary usai menjalani pemeriksaan selama sekitar 7 jam di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Kamis (28/6/2012).

Seperti diberitakan, Tommy Hindratno berencana mengajukan perlindungan khusus ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Alasannya, dia mendapat ancaman terkait perkara yang menjeratnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beliau merasa perlu perlindungan khusus, dia mendapat ancaman," ujar kuasa hukum Tommy, Tito Hananta. Namun Tito enggan menjelaskan siapa yang memberikan ancaman tersebut.

Menurut pengakuan orang dekat Tommy, ancaman itu dilakukan oleh orang-orang yang meminta agar jangan mengkait-kaitkan kasus pajak itu dengan Bhakti Investama. Belum ada bukti otentik, apakah orang yang mengancam Tommy itu benar-benar suruhan dari perusahaan tersebut.

Tommy tertangkap sedang melakukan transaksi mencurigakan dengan James Gunarjo yang tak lain adalah konsultan freelance PT Agis. Keduanya ditangkap KPK pada Kamis (06/06) lalu.

Dalam penangkapan itu, KPK mengamankan sedikitnya uang dalam pecahan lima puluh ribu dan seratus ribu dengan total Rp 280 juta. Mereka pun langsung ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. Dalam pengembangan kasus ini, KPK kemudian menggeledah MNC Tower di Kebon Sirih, Jakarta beberapa waktu lalu.

Penggeledahan ini diduga ada keterkaitan dengan status James yang bekerja di perusaahan tersebut. Buntut dari kasus ini, KPK berencana akan memanggil CEO MNC Group, Harry Tanoe pada Kamis, 28 Juni 2012.

(/rmd)


Berita Terkait