"Dia masuk salah satu cawapres Pak Ical. Itu kan terserah mereka gitu. Kan kalau Ibas dipilih masuk dalam radar cawapresnya Pak Ical bersama Pak Mahfud dan lainnya itu kan baru nominasi. Saya kira itu hanya strategi politik saja," kata Waketum PD Max Sopacua, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/6/2012).
Max tak yakin Ibas akan benar-benar menjadi cawapres Ical. Apa lagi pemilu masih terlalu jauh. "Saya kira itu strategi politik yang dikembangkan Pak Ical dan Golkar untuk mencari simpati, mencari popularitas,"katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Mahfud populer, Pak Pramono Edhie juga, Ibas apa lagi. Itu mau mencari simpati dengan memunculkan tokoh yang populer di masyarakat," tandasnya.
Sebelumnya, jubir Golkar Nurul Arifin mengatakan, Mahfud Md hingga Ibas masuk dalam radar cawapres Ical. Nama-nama itu akan digodog saat Rapimnas besok.
"Nama yang sudah masuk, ada Mahfud Md, Dahlan Iskan, Khofifah Indar Parawansa, Pramono Edhie Wibowo dan Edhie Baskoro Yudhoyono. Pertimbangan nama Ibas karena punya basis massa, anak muda dengan sosok yang menjanjikan untuk masa depan Indonesia," kata Nurul.
(van/mad)











































