Drama Sandera Wartawan AS Usai
Senin, 23 Agu 2004 04:02 WIB
Nasiriyah - Micah Garen, wartawan asal AS yang disandera kelompok gerilyawan Irak lebih dari seminggu, akhirnya dibebaskan. Garen dibebaskan di sebelah selatan Kota Nasiriyah. Kepada televisi Al-Jazeera, Garen menyatakan pembebasannya.Sebelumnya, kepada televisi yang sama, Al-Jazeera, Garen,mengatakan agar rakyat AS berhenti melakukan pembantaian di Najaf, kota suci bagi kaum Syiah Irak.Setelah dibebaskan, Garen menyatakan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mengupayakan pembebasannya, terutama ajudan pemimpin muda Syiah, Muqtada Al-Sadr. Ajudan Muqtada Al-Sadr yang bernama Sheik Awas al-Khafaji dikatakan orang yang berjasa atas pembebasan Garen."Para penculik menghubungi kami, dan kami meminta agar mereka membebaskan Garen dan membawa Garen ke kantor al-Sadr's. Kami berjanji tidak ada seorang pun yang akan mengejar mereka," kata Sheik Awas al-Khafaji, seperti dikutip dari AP, Senin, (23/8/2004).Garen menceritakan kronologis penculikannya. Pada tanggal 13 Agustus, bersama Amir Doushi, penerjemahnya, Garen berjalan menuju sebuah pasar swalayan di Nasiriyah. Saat itu, 2 orang bersenjata dengan berpakaian preman menciduk mereka. Garen juga mengatakan Kamis lalu, para penculik menyiarkan video dirinya yang tengah dikepung oleh sekelompok orang bersenjata. Kelompok yang menamakan dirinya "Skuad Martir" itu mengancam akan membunuh Garen, kecuali pasukan AS mundur dari Najaf dalam waktu 48 jam."Mereka membebaskan Garen hari ini, setengah jam yang lalu," jelas Sheik Awas al-Khafaji.
(dni/)











































