Pantauan detikcom, Rabu (28/6/2012), Hidayat dan Didik tiba pukul 08.55 WIB. Sekitar 30-an warga menyambut kedatangan pasangan tersebut dengan iringan qasidahan dari sekelompok ibu-ibu. Setiba di pulau tersebut, Hidayat sempat berbincang-bincang dengan sejumlah nelayan dan memborong kerang laut dagangan mereka.
"Saya borong deh," ujar Hidayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menginginkan Kepulauan Seribu ini menjadi kepulauan sejahtera. Kami juga melihat Kepulauan Seribu sebagai potensi besar untuk dijadikan faktor nilai unggul, bukan hanya Jakarta. Kepulauan Seribu harus dijadikan destinasi wisata," cetus Hidayat.
Hidayat juga menjanjikan akan mengangkat bupati asli dari Kepulauan Seribu. Hal itu, kata dia, agar penyelenggaraan pemerintahan administratif di Kepulauan Seribu berjalan efektif dan maksimal.
"Saya dengar pejabat sekarang lebih banyak di daratan Jakarta. Kami menginginkan kantor mitra praja akan kita tutup di Jakarta, kita adakan kantornya di Kepulauan Seribu supaya lebih dirasakan warga Jakarta," tuturnya.
Mantan ketua MPR ini juga mengatakan alokasi APBD untuk Kepulauan Seribu mencapai Rp 1,2 miliar per tahunnya. Jika dirinya terpilih, dia mengatakan, dana sebesar itu akan dimaksimalkan untuk modal usaha kecil dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kepulauan Seribu yang berpenduduk sekitar 20 ribu jiwa ini.
"Kami menyepakati beragam anggaran harus diberikan di sini, di mana RT dan RW yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, tapi anggarannya kurang. Kita menginginkan anggaran kelurahan dinaikkan, seperti dana pembangunan masyarakat ekonomi kelurahan yang sekarang Rp 540 juta ke depan dinaikkan dari Rp 3 miliar menjadi Rp 4,5 miliar. Jadi anggaran bisa digunakan masyarakat untuk pendidikan yang berkualitas," pungkas Hdiayat.
(rmd/nwk)











































