RI Tempatkan Pengamat Militer di Filipina Selatan

RI Tempatkan Pengamat Militer di Filipina Selatan

Gagah Wijoseno - detikNews
Rabu, 27 Jun 2012 17:32 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia ikut serta dalam menjaga proses perdamaian di Filipina Selatan. Karenanya, 15 personil International Monitoring Team (IMT) dikirimkan sebagai pengawas ke kawasan itu. Penempatan pengamat itu pun datang atas undangan pemerintah Filipina.

"Filipina mengundang negara kita untuk berpartisipasi dalam proses perdamaian ini dan kami memandang positif ajakan tersebut," ujar Menlu Marty Natalegawa dalam siaran pers yang disampaikan Informasi dan Media Kemlu, Rabu (27/6/2012).

Sedang menurut Direktur Informasi dan Media P.L.E. Priatna, tim pengamat terdiri dari 10 orang dari unsur militer dan 5 orang dari unsur sipil. Mereka dijadwalkan akan berangkat Sabtu (30/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemberangkatan tim pengamat tersebut merupakan salah satu wujud nyata dalam memajukan hubungan bilateral Indonesia dan Filipina. Selain itu juga dilandasi komitmen dalam mendorong terciptanya situasi kawasan Asia Tenggara yang aman, stabil, dan damai.

"Kawasan yang aman, stabil, dan damai memungkinkan pembangunan ekonomi demi kesejahteraan rakyat" tambah Marty.

Tim pemantau perdamaian Indonesia ini dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 47 Tahun 2012. Merujuk pada Perpres tersebut, pasukan akan bertugas untuk memantau pelaksanaan perjanjian damai yang dilakukan oleh Pemerintah Filipina.

Proses perdamaian akan dilakukan dalam dual track, yaitu antara Pemerintah Filipina dengan Moro Islamic Liberation Front (MILF) dan Pemerintah Filipina dengan Moro National Liberation Front (MNLF).

Tim dikomandani Kolonel Inf. Khairully dan akan mengemban tugas selama satu tahun. Kemudian, akan dilakukan evaluasi dan dapat diperpanjang lagi.

(ndr/)


Berita Terkait