Pria yang biasa disapa Ical ini mengaku cukup stres dengan masalah macet.
"Surabaya sudah macet bahkan Banjarmasin pun sudah macet," kata Ical saat memberikan kata sambutan dalam Seminar Nasional 'Solusi Permasalahan Transportasi Kota Metropolitan' di Kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Neli, Slipi, Jakarta, Rabu (27/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai Jakarta jam setengah delapan, saya terpaksa mandi di kantor, karena jam setengah sembilan harus ikuti acara lain," jelas Ical.
Ical berseloroh, kemacetan bahkan bisa membuat tekanan darah seseorang bisa melonjak. Tingkat emosional orang juga jadi tidak stabil.
"Emosi jadi tidak terkendali hanya karena macet," lanjut Ical.
Kemacetan juga sering kali tidak hanya membuat rugi warga dalam sisi materi. Tetapi juga kedongkolan hati.
Ical juga mengkritik berbagai kebijakan yang sudah dikeluarkan untuk mengurai kemacetan. Warga, lanjut Ical, justru seringkali antipati dengan proyek-proyek yang dibuat pemerintah untuk mengatasi kemacetan dan itu semua karena kurangnya sosialisasi.
"Ini sesuatu baik jadi buruk karena bungkusnya buruk," tutup Ical yang saat akan meninggalkan seminar, mobilnya terlihat dikawal oleh voorijder
(mok/aan)











































