"Tuduhannya juga memang nggak jelas. Kecuali dia bisa sebut kalau ada pimpinan yang terima aliran dana dari dia. Atau dia terima gratifikasi dari pimpinan. Kan nggak gitu akhirnya," kata Wakil Ketua Banggar, Tamsil Linrung, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/6/2012).
Tamsil memahami bisa terjadi kesalahan dalam mekanisme. Namun tak semua anggota Banggar memanfaatkan celah tersebut.
"Kalau soal mekanisme pasti adalah kelemahannya dan memang selalu kita sempurnakan dalam setiap pembahasan. Tapi cuma dia satu-satunya yang mempemasalahkan dan faktanya dialah yang terbukti yang manfaatkan celah atas kelemahan tersebut," tegasnya.
Terdakwa kasus suap dan pencucian uang, Wa Ode Nurhayati, berbicara soal kode-kode yang ada di dalam anggaran DPID. Wa Ode memastikan, salah satu kode yang dimaksud merujuk ke koleganya di DPR.
"Di fakta persidangan, saya bisa memastikan bahwa kode K itu adalah ketua-ketua DPR, itu akan saya buka," tegas Wa Ode usai sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jaksel, Selasa (26/6/2012).
Wa Ode mengatakan, merupakan hal yang mudah untuk bisa mengetahui arti kode tersebut. Logikanya, lanjut Wa Ode, kode K itu berjumlah 5 buah. "Indikatornya sederhana, pertama yang punya posisi 5 di DPR itu pimpinan DPR. Selebihnya kan 4. Sedangkan kode P itu untuk menerangkan pimpinan Banggar," jelas Wa Ode.
Dalam inventaris mengenai rencana pembagian DPID untuk daerah-daerah tahun anggaran 2011, tertera daftar 524 daerah calon penerima. Uniknya dalam list tersebut, setiap daerahnya sudah diberi kode-kode dan warna-warna tertentu. Hal tersebut terungkap dalam salah satu data yang berasal dari laptop yang ada di sekretariat Banggar. Laptop itu disita KPK setelah dilakukan penggeledahan di sejumlah ruang Banggar pada 10 Februari silam.
Kode-kode tersebut antara lain: Pim, PKB, Han, PD, PPD, PKS, PAN, PPP, PDIP, PG. Ada juga P1, P2, P3, P4. Kode-kode itu tertulis dengan warna tinta yang berbeda-beda antara lain biru, merah, coklat, dan hitam. Namun, sumber detikcom yang telah mendapat penjelasan mengenai data tersebut mengatakan, kode-kode itu merupakan inisial dari partai-partai yang ada di Banggar. Sedangkan P1-P4 merupakan kode untuk pimpinan Banggar.
(van/rmd)











































