Al-Jazeera Tayangkan Rekaman Wartawan AS yang Disandera
Sabtu, 21 Agu 2004 11:56 WIB
Jakarta - Kelompok gerilyawan Irak menyerukan Amerika Serikat untuk menghentikan pembantaian di kota suci Najaf. Seruan itu dibacakan seorang wartawan AS yang disandera di Irak.Stasiun televisi Arab, Al-Jazeera menayangkan rekaman Micah Garen, jurnalis AS yang terlihat sedang membacakan pesan dari penculiknya. Dalam pesan itu diserukan agar rakyat AS berhenti melakukan pembantaian di Najaf, kota suci bagi kaum Syiah Irak."Saya wartawan Amerika di Irak, dan saya diminta untuk menyampaikan pesan dari Skuad Martir, yang menginginkan rakyat Amerika berusaha menghentikan pembantaian di Najaf, tukas Garen dalam bahasa Inggris."Saya sekarang ditahan dan diperlakukan dengan baik," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/8/2004).Sebelumnya, saudara perempuan Garen, Eva, mengatakan pada stasiun televisi Al-Arabiya yang berbasis di Dubai, bahwa ulama radikal Syiah Moqtada Sadr, telah memerintahkan pembebasan segera wartawan AS tersebut. Sadr merupakan tokoh yang saat ini tengah menjadi fokus ketegangan di Najaf antara para milisi Syiah dengan pasukan AS dan pasukan Irak.Menurut Al-Jazeera yang berbasis di Qatar, kelompok yang menamakan dirinya "Skuad Martir" itu telah mengancam akan membunuh Garen, kecuali pasukan AS mundur dari Najaf dalam waktu 48 jam.
(ita/)











































