"Public space memang kurang dan unfortunately dibangun oleh Pemda DKI. Pemukiman kumuh kalau digusur untuk kepentingan pihak pengembang. Nah, itu yang aneh. Mestinya pihak Pemda DKI yang mengadakan proyek, bukan pengembang," ujar Faisal di sela-sela kunjungan kampanyenya di rusun Tambora, kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (26/6/2012).
Faisal mengatakan selama ini masyarakat di pemukiman kumuh seringkali digusur oleh developer. Ironisnya, setiap keluarga hanya menerima ganti rugi sebesar Rp 1 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Faisal, seorang pemimpin harus mempunyai sikap yang lurus dan jujur, karena itu sesuai dengan ajaran Islam.
Faisal tiba di kompleks rusun tersebut sekitar pukul 15.30 WIB. Faisal datang menggunakan kendaraan odong-odong dan disambut 50-an warga. Dengan mengenakan baju putih lengan panjang, bercelana panjang cokelat dan bersandal, Faisal menyusuri rusun di blok C dan D. Cagub nomor urut 5 ini pun berdialog dengan warga seputar persoalan kehidupan di Jakarta.
Setelah sejam berkeliling dan berdialog dengan warga, pukul 16.30 WIB Faisal meninggalkan rusun tersebut.
(rmd/)










































