Demokrat Bermasalah, Golkar dan PDIP Mendulang Suara

Demokrat Bermasalah, Golkar dan PDIP Mendulang Suara

M Rizki - detikNews
Selasa, 26 Jun 2012 14:58 WIB
Demokrat Bermasalah, Golkar dan PDIP Mendulang Suara
Jakarta - Rangkaian kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah politisi PD, diyakini menjadi berkah bagi Partai Golkar dan PDIP pada Pemilu 2014 mendatang. Agar tidak semakin ditinggalkan konstituennya, PD terlebih dahulu tuntaskan masalah internalnya yang merupakan dampak dari berbagai kasus hukum.

Demikian kesimpulan hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) tentang elektabilitas partai-partai politik. Hasil survey dipaparkan oleh Direktur Eksekutif LSN, Umar S. Bakry di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Selasa (26/6/2012).

"Kalau tidak ada perbaikan hingga 2013 tentu tidak akan menutup kemungkinan elektabilitas PD akan semakin turun hingga tinggal 7-9 persen saja," kata Umar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam survei yang kami lakukan apabila pemilu dilakukan saat ini, Golkar bisa memperoleh suara 20,1% dan PDI-P 14%. Malah Golkar bisa mencapai 30,4% pada 2014," sambungnya.

Meningkatnya popularitas Golkar dan PDIP ternyata juga sebanding dengan meningkatnya elektabilitas tokoh-tokoh dari partai tersebut. Megawati Soekarnoputri dan Aburizal Bakrie dari hasil survei tersebut menempati posisi tiga besar.

"Hasil yang cukup mengejutkan bagi kami adalah, meningkatnya popularitas Aburizal Bakrie di banyak daerah. Di survei kami Ical berada di posisi ketiga di bawah Megawati dan Prabowo," tuturnya.

Menurut Umar, dengan hasil survei yang dirilis tersebut, menunjukkan PD harus berbenah diri. Apalagi setelah SBY dipastikan tidak dapat mengikuti pemilu mendatang, karena peluang untuk terus merosotnya elektabilits PD pada pemilu mendatang apabila tidak ad perbaikan internal akan semakin besar.

"Perbaikan harus ada," wanti Umar.

Periode survey adalah 10-20 Juni 2012. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengn margin of error 2,8 persen. Jumlah responden yang dilibatkan sebanyak 1230 orang dengan komposisi 50 persen pria dan 50 persen wanita. Usia responden adalah WNI dari 33 provinsi berusia 17 tahun ke atas, dan/atau belum berumur 17 tahun namun sudah menikah.

(lh/lh)


Berita Terkait