Ibas: Kinerja Pemerintah Terus Membaik

Ibas: Kinerja Pemerintah Terus Membaik

- detikNews
Selasa, 26 Jun 2012 14:52 WIB
Jakarta - Anggota Komisi I DPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menilai kinerja pemerintah secara keseluruhan tetap baik. Bagi dia, hanya 2 dari 12 indikator yang penilaiannya memburuk, yakni tekanan demografis dan kekerasan kelompok.

Sementara enam indikator yang nilainya membaik terkait penilaian atas masalah pengungsian, migrasi sumber daya manusia, pembangunan yang tidak merata, kemiskinan dan kemunduran ekonomi, pelayanan umum dan intervensi atau bantuan asing.

"Secara keseluruhan, raport pemerintah tetap baik. Harapannya semua pihak objektif menilai hasil survei tersebut. Jika baik, kita nilai baik dan jika belum maksimal tentu jadikan cambukan untuk bekerja lebih keras lagi," ujar Ibas dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/6/2012).

Sekjen Demokrat ini berharap pencapaian pemerintah yang semakin baik ini bisa terus ditingkatkan.

"Harapannya, apa yang sudah dihasilkan dapat terus ditingkatkan dan bagi indikator yang belum merupakan tantangan sekaligus PR bersama pemerintah," tambahnya.

Sejauh ini, Ibas menilai kinerja pemerintah dari tahun ke tahun khususnya di bidang ekonomi pantas diapresiasi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,5 %. Sementara cadangan devisa lebih dari $115 miliar dengan APBN 1.400 triliun.

"Pembangunan infrastruktur dan program untuk pemerataan pembangun terus berjalan. Kita harus apresiasi hal ini," imbuhnya.

Ibas menambahkan, selain pencapaian tersebut, rasio utang Indonesia masih cukup rendah dibanding negara-negara berkembang lainnya. Tak hanya itu, Indonesia juga ketiga terbesar di dunia untuk pertumbuhan kelas menengah. "Di negara-negara berkembang rata-rata rasio utang terhadap PDB-nya 39%, sedangkan negara maju rata-rata rasio utangnya mencapai 109% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dibanding rasio utang Indonesia per April 2012 hanya sebesar 26,3%," terangnya.

Di kancah internasional, Ibas menilai peran Indonesia semakin diperhitungkan. "Peran Indonesia di pentas internasional sangat strategis. Indonesia masuk ke dalam G20 dan emerging economy yang tumbuh paling cepat di dunia, dengan angka kemiskinan yang terus turun. Rating ekonomi kita juga terus membaik dan masuk ke dalam investment grade di 2012 dari lembaga ternama seperti Fitch, S&P dan Moodys. Seharusnya kita semakin optimis melihat pencapaian ini," ungkap Ibas.

Ibas mengakui ada sejumlah masalah yang perlu dibenahi agar Indonesia semakin baik ke depannya. Yaitu, permasalahan kepemilikan lahan yang kerap menjadi sumber konflik di masyarakat, maraknya aksi demonstrasi kelompok-kelompok minoritas, serta masalah kemiskinan yang kini terus diberantas pemerintah.

"Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden SBY sudah. on the right track. Tugas kita untuk menjaga dan terus bekerja keras agar Indonesia ke depan semakin tangguh dan sejahtera," tutup Ibas.

(/)


Berita Terkait