7 Pesan Boediono untuk Memerangi Narkoba

7 Pesan Boediono untuk Memerangi Narkoba

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Selasa, 26 Jun 2012 13:33 WIB
Makassar, - Wakil Presiden Boediono menyampaikan 7 arahan kepada seluruh masyarakat untuk dapat memerangi narkoba. Boediono menegaskan penindakan hukum terhadap pelaku kejahatan narkoba harus secara maksimal.

"Tindak kejahatan narkoba adalah ancaman kemanusiaan yang harus kita perangi bersama, secara all out, tidak setengah-setengah. Ia bisa membinasakan manusia individu, keluarga, masyarakat dan bahkan sebuah bangsa," ujar Boediono.

Hal tersebut dikatakan dalam sambutannya di Hari Anti Narkoba Internasional di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (26/6/2012).

Pembarantasan narkoba harus melibatkan semua pihak. Salah satunya caranya dengan melakukan tindakan pencegahan disamping melakukan penegakan hukum dan pendekatan yang bersifat represif.

"Tetapi harus dilawan juga dengan pencegahan agar peminat atau pembeli narkoba makin berkurang. Dengan berkurangnya pembeli maka akan sulit bagi jaringan sindikat memasarkan barang haramnya," terangnya.

Ada tujuh pesan yang disampaikan Boediono dalam memerangi narkoba. Pertama, Boediono mengajak seluruh komponen masyarakat untuk melakukan langkah-langkah kongkrit, dimulai dari lingkungan masing-masing. Mari kita ciptakan lingkungan bebas narkoba, mulai dari lingkungan terkecil, diri sendiri, keluarga kita, RT, RW, Kampung dan seterusnya.

Kedua, Badan Narkotika Nasional perlu terus menindaklanjuti arahan Presiden pada Hari Anti Narkoba Internasional tahun lalu, yaitu tidak lagi menggunakan cara-cara yang disebut business as usual, harus lebih ofensif, lebih ambisius, lebih aktif dan terus berinisiatif melakukan langkah-langkah koordinasi dan langkah strategis lainnya.

"Instruksi Presiden itu juga perlu terus ditindaklanjuti oleh Para Menteri, Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Gubernur dan Bupati/Walikota dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat." Kata Boediono.

Yang ketiga adalah meningkatkan kerjasama dengan aparat penegak hukum negara lain. Harus diakui, kata Boediono, kejahatan narkoba sudah bersifat global, dengan jaringan global, sehingga Indonesia tidak bisa bekerja sendirian untuk membendung masuknya jaringan sindikat narkoba Internasional dan Regional masuk ke Indonesia. 

"Lakukan pengungkapan jaringan sindikat narkoba sejak dari atau sampai menyentuh asal usul atau sumber narkoba sehingga dapat mengungkap jaringan sindikat narkoba secara tuntas," jelasnya.

Boediono juga memberikan arahan agar antarapengak hukum di dalam negeri dapat menjadlin  sinergi dalam bekerja sehingga  mempunyai dampak signifikan bagi upaya pemberantasan kejahatan narkoba, dengan memberikan sanksi hukum yang keras namun tetap menjunjung tinggi azas keadilan

"Disharmoni atau bahkan friksi di antara aparat penegak hukum justru akan menguntungkan jaringan sindikat narkoba dan merugikan kita semua. Begitu pula inkonsistensi dalam penerapan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan peraturan perundang-undangan lain terkait tindak kejahatan narkotika, akan mengakibatkan hukum tidak berwibawa," jelasnya.

Untuk pada pencandu dan penyalahguna narkoba, Boediono meminta agar diberikan pelayanan prima agar dapat pulih dan tidak kambuh kembali. "Mereka lahir kembali menjadi manusia yang sehat, produktif, dan mandiri berguna bagi sesama. Jauhkan mereka dari jangkauan jaringan sindikat narkoba," kata mantan Gubernur BI ini.

Pada kesempatan itu, Boediono berpesan agar dapat manfaatkan semaksimal mungkin Balai Rehabilitasi Baddoka Badan Narkotika Nasional untuk memberikan pelayanan rehabilitasi saudara-saudara kita yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba di wilayah Indonesia Timur.

"Integrasikan penanaman kesadaran akan bahaya narkoba ke dalam kurikulum dan kegiatan-kegiatan sekolah-sekolah mulai dari tahap pendidikan yang paling dini," ucapnya.


"Ketujuh, khusus kepada Badan Narkotika Nasional selaku Executing Agency di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Indonesia, saya harapkan makin aktif dalam menyatukan dan menggerakkan seluruh komponen masyarakat, bangsa, dan negara dalam menyelamatkan generasi muda kita dari ancaman bahaya narkoba," tambahnya.

(tfq/lh)


Berita Terkait