"Insya Allah bulan September 2012 sudah ada hasilnya. Tim kajian independen itulah yang memberikan kajian lagi tentang kelanjutan ini. Sayang, ini sudah mulai berproduksi, merupakan aset bangsa, tetapi tidak dilanjutkan," kata Menkes Nafsiah Mboi usai mengikuti rapat kerja kerja bersama Komisi IX DPR, Jakarta, Senin (25/6/2012).
Selain itu, Kemenkes juga tidak mengalokasikan anggaran tambahan proyek vaksin flu burung. "Tahun 2012 tidak ada anggarannya, kita masih menunggu kajian sesuai pemeriksaan BPK," pungkasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sanksinya sesuai rekomendasi BPK menghentikan semua kegiatan sampai ada kajian independen, jadi memang diberhentikan sekarang pembangunan pabrik vaksin di Cisarua," tutur Yudhi.
Kesalahan perusahaan pengerjaan proyek adalah keterlambatan pengiriman barang termasuk tidak memasang peralatan proyek yang semestinya dipasang sesuai waktu yang ditentukan.
Do dalam proyek ini Kemenkes melakukan pergantian kuasa pengguna anggaran (KPA) berulang kali termasuk memberhentikan Pejabat Pembuat Komitmen. "Bukan soal menerima uang, kalau itu urusan BPK. Tapi ini soal miss-manajemen. (Kesalahan) misalnya harusnya enggkak multiyears dijadikan multiyears," jelas Yudhi.
Seperti diketahui ada 2 ruang lingkup pembangunan sarana dan prasarana vaksin flu burung. 1) Pembangunan dan penyediaan peralatan dan fasilitas meliputi Animal bio safety level 3 (A-BSL-unair); Chiken breeding PT. Bio Farma, Cisarua bandung: Produksi Vaksin influenza di PT. Bio Farma pateur. Kedua, penyediaan jasa konsultan.
(fdn/lh)










































