"Lukisan, ada juga warisan almarhum Benyamin S seperti sepatu, piringan hitam, ikat pinggang sama baju," ujar timses Faisal Bari-Biem, Tosca Santoso, di Posko Faisal-Biem, Jalan Gandaria Tengah II No 18, Jakarta Selatan, Senin (25/6/2012).
Hingga saat ini lelang demi mendapatkan tambahan dana kampanye masih dibuka. Bahkan belum lama ini kaum perempuan mengadakan garage sale demi mendapatkan dana tambahan untuk kampanye Faisal-Biem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faisal pun menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Jakarta yang telah memberikan donasi untuk membantu pendanaan pencalonannya. Selain lelang, warga juga memberi bantuan melalui saweran dan lainnya.
Dalam kampanye keliling Jakarta pada hari ini, Faisal-Biem menggunakan odong-odong. Menurut Biem, odong-odong itu merupakan sumbangan warga. Selain itu odong-odong sengaja dipilih sebagai angkutan kampanye karena mudah naik-turun kendaraannya dan gampang dilihat orang.
"Ternyata ada jg beberapa tokoh masyarakat, yang dia ngomong mendukung kita. Dia bilang mau dibayar berapa pun oleh partai, dia akan memilih kita. Tim kita semua sepakat bahwa ini lebih efektif daripada mengumpulkan orang yang sudah jelas voter kita," papar Biem.
Apa tidak lelah dengan aktivitas ini? "Kalau nggak mau capai nggak usah nyalonin, dan kita siap untuk capai," ucapnya.
Di kesempatan yang sama, wartawan menanyakan soal ransel yang tak pernah jauh dari Faisal. Menurut akademisi UI ini, ransel itu berisi banyak barang seperti sikan gigi, obat nyamuk, charger portable, iPad, dan handuk untuk mengelap keringat.
Dalam ranselnya, Faisal juga membawa tas kresek. Gunanya, bila ke supermarket tidak perlu lagi digunakan kresek untuk membawa barang belanjaan sehingga berkontribusi meminimalkan sampah. Dia juga membawa sumpit untuk makan mi di pinggir jalan. Dia pun membawa botol air minum agar bisa selalu diisi ulang.
"Ada alat tulis. Jadi dengan bawa-bawa ini saya jadi lebih mandiri, tidak ngerepotin orang," ucap Faisal yang mengaku menyiapkan sendiri isi tas ranselnya.
Menurut Faisal, dia membawa ransel sejak 1978. Ransel yang saat ini dibawanya ternyata sudah berusia 5 tahun. Dulu, dia membelinya di Kuala Lumpur, Malaysia. Tas itu dijual dengan diskon 50 persen.
(vit/nwk)











































