"Otomatis (transparan). Itu kan memang janji kami dan itu terpelihara. Jadi misalnya yang donasi lewat kartu kredit itu ada namanya, nomor telepon, dan alamat surat elektronik. Kalau tidak dicantumkan, bisa decline, ditolak," jelas Faisal melalui keterangan tertulis yang dibagikan kepada wartawan di Posko Faisal-Biem, Jalan Gandaria Tengah II No 18, Jakarta Selatan, Senin (25/6/2012).
Dana kampanye terkumpul dari saweran, donasi online, dan lainnya. Modal awal kampanye diperoleh dari warga. Suatu kali Faisal-Biem membuat acara makan malam yang mana makanannya tidak gratis melainkan harus dibayar oleh yang makan. Semua makanan laku sehingga terkumpul uang lebih dari Rp 1 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faisal-Biem pun menjamin akuntabilitas dan transparansi sumber dana kampanye. "Yang lain nggak tahu dari mana (sumber dananya), nggak pernah disebutkan. Lah, kalau kita kan jelas disebutkan dari acara makan malam, lelang seni, donasi online, saweran, dan lain-lain," terang Faisal.
Dia menganggap donasi yang ada sebagai investasi demokrasi. Kelak, Faisal-Biem akan mengembalikan investasi itu dalam bentuk pelayanan publik yang maksimal.
(/nwk)










































