Faisal Sempat 'Ditodong' Minimal Rp 100 Ribu Saat Kampanye

Faisal Sempat 'Ditodong' Minimal Rp 100 Ribu Saat Kampanye

Ray Jordan - detikNews
Senin, 25 Jun 2012 17:43 WIB
Faisal Sempat Ditodong Minimal Rp 100 Ribu Saat Kampanye
Jakarta - Seharian ini cagub-cawagub DKI Jakarta sibuk keliling kota untuk kampanye. Nah, ada berbagai kisah dijumpai cagub Faisal Basri saat keliling kota. Misalnya saat menyapa warga pedagang, Faisal 'ditodong' minimal Rp 100 ribu agar mendapat suara mereka.

"Ada juga kisah pilu yang kami alami. Begitu kita menyapa warga pedagang, warga itu bilang minimal seratus ribu dulu. Kaget saya, saya bilang kalau begitu, enggak usah milih kita, kita nggak ngasih uang," ucap Faisal di Posko Faisal-Biem, Jalan Gandaria Tengah II No 18, Jakarta Selatan, Senin (25/6/2012).

Faisal menegaskan dirinya hanya sekali memberi uang dalam perjalanan kampanye yang digelar hari ini. Rp 50 ribu berpindah tangan dari tangan Faisal ke kantong penyapu jalan.

"Teman-teman lihat sendiri, tidak ada yang kita kasih duit. Tadi saya cuma kasihan sama ibu-ibu yang nyapu di pinggir jalan, terus saya kasih Rp 50 ribu, hanya itu saja," ucapnya.

Sejak pagi, imbuh Faisal, dirinya dan Biem secara terpisah melakukan kampanye di pasar-pasar, Terminal Manggarai, dan Stasiun Manggarai. Dia menegaskan kampanye ini sifatnya bukan memobilisasi massa. Keduanya ingin meyakinkan orang yang belum yakin dengannya melalui cara memperkenalkan diri.

"Kita bawa brosur, stiker dengan beragam bentuk. Dari Terminal Manggarai kita jalan kaki ke Stasiun Manggarai, salami warga. Kita bukan konvoi, mobil kita cuma 4. Nggak pake sirene-sirene," tutur akademisi UI ini.

Apakah kampanye seperti ini untuk menghemat biaya atau supaya lebih efektif? "Coba bayangkan, mobilisasi orang itu harus mengeluarkan banyak biaya, sewa bus dan lain-lain. Itu bukan cara kami. Anda bisa lihat, stiker poster kami memang ada di mana-mana, tapi hanya satu-satu saja. Kami coba maksimumkan untuk mengetuk hati warga secara face to face," papar Faisal.

(/nwk)


Berita Terkait