Komisi 9/11 AS Dibubarkan

Komisi 9/11 AS Dibubarkan

- detikNews
Sabtu, 21 Agu 2004 08:35 WIB
Jakarta - Komisi 9/11 yang menyelidiki serangan 11 September 2001 yang menewaskan lebih dari 3.000 orang di Amerika Serikat akan dibubarkan Sabtu (21/8/2004) waktu setempat. Namun komisi, menurut kantor berita The Associates Press, Sabtu (21/8/2004), akan terus bersaksi di depan Kongres dan berkeliling daerah untuk mendorong pemerintah meningkatkan keamanan di dalam negeri.Pasca serangan 11 September Kongres telah membentuk Komisi 9/11 untuk menyelidiki apa yang salah dan memberikan rekomendasi. Demi hukum, komisi resmi dibubarkan satu bulan setelah membuat laporan final.Para anggota komisi kini ingin menggunakan momen pemilihan presiden untuk lobi terbuka atas lebih dari 40 perubahan yang mereka rekomendasikan. Rekomendasi utama adalah penunjukan seorang direktur intelijen nasional harus ditunjuk untuk mengontrol 15 badan intelijen nasional.Dalam sebuah pernyataan bersama, Ketua Komisi 9/11 Thomas Kean dan Wakil Ketua Komisi Lee Hamilton menyatakan, "Pemimpin politik nasionalbertanggungjawab untuk memberikan perhatian segera atas rekomendasi Komisi 9/11."Salahkan Clinton dan BushLaporan akhir hasil penyelidikan Komisi 11 September 2001 menyebutkan pemerintahan Presiden Bill Clinton dan Presiden George Walker Bush telah menyia-nyiakan 10 "kesempatan emas" yang seharusnya dapat digunakan untuk mencegah terjadinya serangan teroris tersebut. Dalam laporan setebal 600 halaman ini yang dirilis 22 Juli lalu itu direkomendasikan perombakan mendasar dalam organisasi intelijen AS. Komisi bukan hanya mengusulkan penempatan direktur intelijen baru di tingkat kabinet, tetapi juga pembentukan pusat kontraterorisme yang baru. Ini merupakan perubahan paling signifikan yang pernah terjadi dalam bidang intelijen AS sejak Perang Dunia II.Komisi 9/11 juga mengkritik tajam kerja Kongres Amerika Serikat (AS) yang seharusnya menjadi pengawas (watchdog) kinerja badan-badan intelijen. Sehubungan dengan itu, Komisi 9/11 mengusulkan perubahan total terhadap cara anggota legislatif mengawasi badan intelijen dan Departemen Keamanan Dalam Negeri.Komisi 9/11 juga merekomendasikan kantor di Gedung Putih yang memiliki sekitar 200 pekerja untuk mengoordinasi informasi 15 badan intelijen. Hal lainnya adalah perlunya sebuah pusat kontraterorisme yang lebih kecil-di samping yang telah ada saat ini-yang dioperasikan oleh Badan Pusat Intelijen AS (CIA).Rekomendasi yang paling mencolok adalah pembentukan Direktur Intelijen Nasional (setingkat pos di kabinet, tetapi tak harus berada di dalam kabinet) untuk mengoordinasi seluruh komunitas intelijen. (gtp/)



Berita Terkait