Kantor BP3TKI Semarang Dirampok, Rp 120 Juta Raib

Kantor BP3TKI Semarang Dirampok, Rp 120 Juta Raib

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 25 Jun 2012 11:31 WIB
Kantor BP3TKI Semarang Dirampok, Rp 120 Juta Raib
Semarang - Kantor Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Semarang, Senin (25/6/2012) dini hari tadi disatroni sejumlah perampok. Tiga orang petugas keamanan sempat disekap dan ditodong dengan celurit. Uang senilai 120 juta pun raib dibawa lari perampok.

Kejadian bermula saat tiga orang penjaga yaitu Sodiq (43), Dani Oktavian (22), dan Abdul Ghoni (46) bertugas malam seperti biasanya. Lalu tiba-tiba pada pukul 03.30 WIB kaca pintu di ruang pelayanan yang letaknya ada di gedung belakang dipecah oleh seseorang. Abdul Ghoni yang berada di sana langsung dikalungi celurit oleh perampok yang masuk ke dalam ruangan.

"Saya sedang kontrol di sana, tiba-tiba kaca pecah. Saya langsung dikalungi celurit dan disuruh berbalik lalu diikat kaki, tangan, sementara mulut dan mata dilakban," kata Abdul Ghoni, di kantor BP3TKI Semarang, Jalan Kalipepe III nomor 64, Pudak Payung, Semarang, Senin (25/6/2012).

Mendengar kaca pecah, Sodiq yang berada di dekat lokasi berusaha lari untuk meminta bantuan warga. Tapi seorang perampok mengancam akan menembak jika Sodiq meminta bantuan. Mendengar ancaman tersebut, ia pun memilih diam ditempat. Namun tiba-tiba kepala bagian belakang Sodiq dipukul dari belakang hingga Sodiq tidak berkutik.

"Saya enggak tahu ada senpi atau tidak, yang jelas saya diancam lalu dipukul dari belakang. Setelah itu saya diikat dan mulut dilakban," aku Sodiq di lokasi.

"Setahu saya salah satu pelaku berbadan besar, tidak memakai baju dan hanya mengenakan celana pendek," imbuhnya.

Sementara itu perampok yang berjumlah lima orang tersebut menuju ke ruang administrasi yang dijaga oleh Dani setelah tidak menemukan apa yang dicari di ruang pelayanan. Dani yang saat itu sedang tertidur di luar ruang administrasi langsung dikalungi celurit, diikat kaki dan tangannya menggunakan tali rafia lalu menutup mulut dan matanya dengan lakban.

"Saya enggak tahu datangnya, tiba-tiba saya disekap dan diseret. Saya berusaha teriak dengan membasahi lakban dengan air ludah agar bisa lepas, tapi sia-sia," kata Dani.

Setelah tiga penjaga dilumpuhkan, para perampok menggeledah ruang administrasi dan menjebol dua brankas. Dari catatan kepolisian, perampok membawa lari uang sejumlah Rp 120 juta dan menyisakan Rp 4.812.000 di dalam brankas. Tidak hanya itu uang milik tiga penjaga dan dua HP milik Sodiq dan Dani tidak luput dari sasaran perampok.

Sementara itu petugas parkir BP3TKI Semarang, Susyanto mengatakan, dari rumahnya yang berada di depan kantor BP3TKI ia sering melihat ada dua orang mencurigakan datang setiap pukul 20.00 WIB di jalan setapak di samping kantor sejak dua minggu yang lalu.

"Hampir setiap hari sejak dua minggu lalu ada dua laki-laki berponcengan menggunakan motor dan masuk ke dalam jalan setapak di samping kantor. Padahal di sana tidak ada apa-apa, tidak ada pemukiman," pungkas Susyanto.

Di lokasi kejadian polisi mengamankan alat bukti kejahatan berupa dua celurit dan satu linggis yang digunakan untuk membuka paksa brankas. Hingga saat ini pihak kepolisian dari Polda Jateng masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

(alg/trw)


Berita Terkait