Tut-tuut! 7 Lokomotif Kuno Bakal 'Dihidupkan' di Ambarawa

Tut-tuut! 7 Lokomotif Kuno Bakal 'Dihidupkan' di Ambarawa

Nograhany Widhi Koesumawardani - detikNews
Senin, 25 Jun 2012 11:31 WIB
Tut-tuut! 7 Lokomotif Kuno Bakal Dihidupkan di Ambarawa
Jakarta -

Lokomotif uap kuno yang tersimpan di berbagai tempat teronggok bak zombie. Nah, beberapa lokomotif uap kuno itu akan dihidupkan kembali di Museum Kereta Api Ambarawa, sebagai atraksi wisata. Wuih!

Adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI) dibantu dengan Indonesia Steam Locomotive Community (ISLC) yang berniat menghidupkan kereta api bernilai sejarah itu.

"Dengan adanya kerja sama dalam bentuk sosial bersama ISLC kita berharap lokomotif yang sekiranya masih bisa nge-gelinding, sebaiknya nge-gelinding daripada dijadikan monumen kaya zombie, kecuali memang tidak bisa," jelas Executive Vice President (EVP) Heritage and Conservation PT KAI, Ella Ubaidi, saat berbincang dengan detikcom akhir pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ella menjelaskan PT KAI sudah menginventarisir lokomotif uap kuno di berbagai tempat yang masih bisa dihidupkan kembali. Hasil inventarisasi PT KAI lokomotif yang masih bisa dihidupkan, di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ada 4 lokomotif, di Bumi Perkemahan Cibubur ada 1 lokomotif, dan di Stasiun Ambarawa ada 2 lokomotif.

"Di Ambarawa ini, 1 lokomotif dalam proses (untuk dihidupkan), 1 masih diinvestigasi. Ini kan barang-barang sepuh ya, jadi penanganannya tidak bisa sembarangan," tutur Ella.

Lokomotif itu akan dijalankan di Stasiun Ambarawa yang juga menjadi Museum Kereta Api, sebagai wahana wisata sejarah kereta api. Sedangkan kereta-kereta yang akan ditarik oleh lokomotif uap itu bisa disediakan PT KAI.

"PT KAI akan menyiapkan kereta-keretanya. Keretanya bisa buat baru syukur-syukur ada yang lama, yang penting kita butuh dorongan Kemenhub aatau Yayasan Taman Mini untuk izinkan loko tersebut ditukar. Kami bersedia menukar loko monumen di Ambarawa, kita tukar dengan di Taman Mini. Jadi biar tidak dipajang saja," jelas Ella.

Saat ini lokomotif uap kuno itu memang teronggok menjadi monumen di Museum Transportasi TMII. ISLC atau komunitas lokomotif uap kuno merawat lokomotif-lokomotif itu secara rutin pada Sabtu pekan pertama setiap bulan. ISLC secara swadaya merawat barisan lokomotif itu dengan menyemprotkan solar dan mengoleskan oli pada sekrup-sekrupnya.

(nwk/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini