Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi membantah kementeriannya menyusun program bagi-bagi kondom ke remaja. Pembagian hanya dilakukan kepada kalangan dengan seks beresiko seperti lokalisasi pelacuran.
"Hanya membagikannya di tempat-tempat tertentu, yaitu di tempat pelacuran, maupun di tempat-tempat di mana kita tahu banyak terjadi hubungan seks beresiko itu bisa terjadi misalnya panti pijat, tempat pariwisata. Semua orang di situ tahu kok banyak terjadi itu, asal kita tidak menutup mata," kata Nafsiah sebelum mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/6/2012).
Kondom gratis ini hanya dibagikan kepada pekerja sekes komersil kelas bawah termasuk kalangan dengan seks beresiko yang miskin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sasaran utama bagi kampanye cegah seks beresiko termasuk pembagian kondom di lokalisasi hanya menyasar target pekerja seks perempuan berusia 15-24 tahun.
Sementara target pengguna pekerja seks komersial adalah pria dengan usia di bawah 25 tahun. "Masa mereka tidak berhak mendapatkan informasi dan layanan, sehingga dia tidak ketularan dan menularkan," ujarnya.
(fdn/ndr)











































