Duh! Kursi Stadion Utama PON XVIII Dibongkar Subkontraktor

Duh! Kursi Stadion Utama PON XVIII Dibongkar Subkontraktor

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Minggu, 24 Jun 2012 20:43 WIB
Duh! Kursi Stadion Utama PON XVIII Dibongkar Subkontraktor
Pekanbaru -

Pelaksanaan PON ke XVIII di Riau bisa terancam gagal. Kursi di stadion utama pelaksanaan PON dibongkar oleh subkontraktor karena masalah anggaran

Anggaran APBD Perubahan yang belum disahkan DPRD Riau memang berimbas pada urusan subkontraktor pembangunan venue yang belum dibayar. Para anggota Dewan masih hati-hati karena khawatir terkena kasus yang saat ini sedang ditangani KPK.

Juru bicara Forum Subkontraktor Stadion Utama Ari Setiawan mengatakan, pihaknya telah membongkar ratusan kursi yang telah terpasang. Mereka kecewa karena selama setahun tidak dibayarkan pihak konsorsium, PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya dan PT Perumahan Pembangunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita memang telah membongkar kursi di stadion utama. Ini karena pihak konsorsium tidak tepat janji untuk melunasi hutangnya," kata Ari.

Masih menurut Ari, pembongkaran tidak hanya kursi yang ada di stadion. Pihaknya juga mencopot semua peralatan sound system. Begitu juga papan skor yang terpampang juga sudah dibongkar.

"Kita melakukan ini, karena hak kami selama ini tidak dibayar pihak konsorsium. Lagi pula yang kami bongkar itu adalah milik kami," kata Ari.

Ari menceritakan, rencana pembongkaran itu sebenarnya sudah lama direncanakan. Namun selama ini pihak konsorsium mengaja subkontraktor untuk diajak berunding. Dalam perundingan terakhir, pihak Konsorsium berjanji akan membaryar 80 persen dari tunggakan yang mencapai Rp 30 miliar lebih.

"Belakangan pihak konsorsium ingkar janji. Mereka hanya membayar tunggakanya sebesar 30 persen. Ini jelas tidak sesuai dengan kesepakatan awal yang akan mebyar tunggakan sebesar 80 persen," kecamnya.

Urusan stadion utama ini memang pelik. Stadion ini sampai sekarang belum rampung 100 persen. Masih dibutuhkan dana miliaran rupiah lagi untuk menuntaskan. Hanya saja anggaran tersebut belum juga disahkan DPRD Riau.

Pihak dewan sendiri sampai saat ini masih takut iuntuk mengesahkan APBD-Perubahan. Wakil rakyat takut mengesahkan karena rasa khawatir bila nantinya justru menimbulkan kasus baru soal korupsi di lingkup dewan.

(cha/mad)


Berita Terkait