Dari 5 tersangka yang ditangkap polisi, satu di antaranya bertugas sebagai pemasok senjata. Kepada wartawan, keempat tersangka yang beraksi di lapangan ini menuturkan bagaimana mereka menjalankan aksinya. Keempat tersangka tersebut berinisial H (36), A (22), DS (20), dan M (38) serta R yang tewas tertembak.
H memiliki peran sebagai penyusun strategi, menggambar muka korban dan mengendarai mobil. A dan DS berperan sebagai pengendara motor yang mengejar korban. Sedangkan tersangka M berperan sebagai nasabah gadungan yang masuk ke dalam bank dan mencari korban yang potensial, sementara R sebagai ketua dan eksekutor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara tersangka M menceritakan bagaimana dirinya membuat rencana untuk menyerang korban. "Cari nasabah yang bawa uang, masuk terus lihat, ada yang bawa langsung keluar ngasih tahu DS. Dari rencana sampai aksinya paling lama satu minggu, paling sebentar satu hari," ujar M.
M juga menambahkan, uang hasil perampokan dibagi rata kepada seluruh tersangka. "Duit buat foya-foya, satu kali rampok terus dibagiin," tambahnya.
Lain halnya dengan DS. Ia mengaku uang hasil rampokan digunakan untuk mencukupi kebutuhan anak istrinya. "Saya sopir, penghasilan cuma Rp 2 juta per bulan. Uangnya buat belanja," katanya.
Begitu juga dengan tersangka H. Pria asal Medan yang sudah memiliki satu istri ini mengaku jika ia hanya ikut-ikutan saja merampok. "Sebenarnya saya ikut-ikut saja, terlena kan, Pak, dapat hasil banyak. Saya sehari-hari berdagang biasanya. Uangnya ya habis begitu saja," kata H.
(gah/vit)











































