"Wilayah-wilayah yang saya datangi untuk berdiskusi adalah seluruh jakarta. Dari berbagai diskusi itu, saya membuat slogan yakni tegas manusiawi, visioner, dan hilangkan 'Berkumis'," ujar Hendardji dalam pidatonya di depan anggota DPRD DKI Jakarta.
Pidato itu dalam rangka hari pertama masa kampanye yang diisi dengan Penyampaian Visi Misi Cagub-Cawagub DKI Jakarta di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Minggu (24/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidatonya, Hendardji mengulas 12 persoalan Jakarta, yaitu kemacetan, banjir, keamanan, kesejahteraan, tata ruang kota, tenaga kerja, kesehatan, transportasi publik , birokrasi, pendidikan, dan kependudukan.
Hendardji juga menjelaskan sejumlah program jangka pendek, menengah, dan panjang.
"Kami akan akan menjadikan Jakarta sebagai kota internasional terbaik. Baik terbaik secara pelayanan publik, good goverment, meningkatkan eknomi masyarakat, dan membangun sarana kota yang megapolitan," tuturnya.
Pidato Hendardji berlangsung lebih kurang 40 menit. Suasana dalam ruangan relatif lebih tenang daripada ketika cagub DKI incumbent Fauzi Bowo menyampaikan pidato pada kesempatan pertama.
Seperti diketahui, 'Berkumis' sempat menjadi persoalan antara kubu Foke-Nara dengan Hendardji Supanji-A Riza Patria.
Hendardji menyebut 'Berkumis' sebagai masyarakat Berantakan. Kumuh dan Miskin. Sindiran Hendardji membuat pihak Foke-Nara memprotes hal itu.
(rmd/fjp)











































