"Dengan waktu yg sangat sempit, 14 hari itu juga terlalu banyak di isi dengan kampanye-kampanye adu kekuatan itu makin merugikan masyarakat," Ujar Pengamat Politik Universitas Indonesia, Adrinof Chaniago, usai berbincang dengan detikcom (24/6/2012).
Adrinof menjelaskan kampanye adu kekuatan hanya menyisakan kerugian bagi warga pemilih cagub dan cawagub. Karena sistem penyampaiannya hanya dilakukan secara satu arah atau sepihak. Sehingga, menurut Adrinof, hasil yang diterima masyarakat tidak obyektif dan menimbulkan persepsi negatif terhadap peserta cagub dan cawagub lainnya. Maka untuk menghindari itu, diperlukan kampanye yang profesional, sehat dan sesuai dengan cita-cita demokrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(fjp/fjp)











































