Kaukus Muda Kebangkitan Bangsa Dukung SBY-Kalla
Sabtu, 21 Agu 2004 07:31 WIB
Jakarta - Dukungan untuk pasangan SBY-Kalla terus mengalir. Kali ini dukungan datang dari kalangan muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Kaukus Muda Kebangkitan Bangsa (KMKB).Pernyataan dukungan dibacakan Koordinator KMKB yang juga Ketua Dewan Koordinator Nasional (DKN) Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa) M. Al Khadziq dalam jumpa pers di Hotel Kartika Chandra, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2004).Al Khadziq, dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (21/8/2004), menjelaskan KMKB mendukung pasangan SBY-Kalla sebab menghendaki terjadinya perubahan kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara pasca pelaksanaan Pemilu Presiden 2004.Pemilu presiden, menurut Khadziq, bukan sekedar amanat konstitusi sebuah negara yang menganut sistem demokrasi. Lebih penting lagi pemilu adalah upaya kolektif seluruh rakyat Indonesia untuk merubah nasib dan memetik harapan baru melalui pembentukan pemerintahanbaru hasil Pemilu. "Perubahan yang diinginkan oleh kalangan muda PKB adalah perubahan konfigurasi politik nasional di satu sisi dan perubahan kualitas kehidupan seluruh lapisan masyarakat di segala bidang kehidupan," katanya.KMKB menilai duet SBY-Kalla mampu melahirkan harapan baru akan perubahan kondisi kehidupan rakyat di tingkat bawah. SBY-Kalla juga dinilai mampu mendatangkan harapan bagi perubahan konfigurasi politik nasional yang lebih akomodatif terhadap munculnya kader-kader politisi muda di seluruh parpol yang ada."Menurut hemat kami, jika SBY-Kalla terpilih sebagai presiden hasilPemilu 2004, maka akan terjadi regenerasi kepemimpinan politik di PKB, NU, dan di partai-partai politik yang lain," ujar Khadziq.Dalam rilisnya Kjadzid juga mengimbau kepada warga PKB dan NU di seluruh Indonesia menggunakan akal sehat dalam menentukan hak pilihnya pada pemungutan suara pemilu presiden Putaran kedua pada 20 September mendatang."Ini untuk menghindari terjadinya voting block kepada pasangan Megawati-Hasyim Muzadi hanya lantaran cawapresnya kader NU. Voting block harus dihindari karena para ulama NU dan PKB tak pernah mengajarkan agar kita harus memilih calon pemimpin yang berasal dari NU," demikian M. Al Khadziq.
(gtp/)











































