"Di antara saya dan Pak Ruhut baik-baik saja, tidak ada masalah. Ini mekanisme yang biasa di internal kami untuk klarifikasi," ujar Nurhayati, kepada detikcom melalui telepon, Sabtu (23/6/2012).
Politisi wanita dari daerah pemilihan Malang, Jawa Timur, ini menegaskan, tidak ada yang perlu dibesar-besarkan dari surat pemanggilan yang dikirimkan untuk Ruhut Sitompul. Bukan baru sekali ini saja Ketua FPD memanggil secara khusus anggotanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Nurhayati menyatakan tidak menetapkan jadwal tertentu kapan Ruhut Sitompul harus memenuhi surat panggilannya. Sebab, memang terlebih dahulu keduanya perlu saling mencocokkan jadwal masing-masing.
"Sekretaris Pak Ruhut sudah ke kantor saya Kamis kemarin menanyakan jadwal. Mungkin baru bisa Senin lusa (Ruhut menemuinya -red)," paparnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ruhut Sitompul mengatakan tidak terima bila dirinya dikenai teguran oleh FPD gara-gara meminta Anas Urbaningrum mundur dari jabatan Ketum DPP PD terkait kasus Nazaruddin. Anggota FPD untuk Komisi III DPR itu malah menantang Ketua FPD Nurhayati Assegaf memecatnya dari DPR.
"Memang siapa dia, bisa kasih peringatan sama aku? Dia juga masuk PD di tengah jalan sama seperti aku, jadi nggak usah sok jago. Kalau jagoan, bikin saya di-recall dari DPR," tantangnya.
Ruhut menegaskan desakannya kepada seluruh kader PD yang namanya disebut terlibar oleh Nazaruddin bukan sesuatu yang salah. Bahkan bertujuan memulihkan kembali citra PD yang melorot drastis akibat terseret kasus Nazaruddin.
"Sudah kubilang, kalau dia bisa menjamin nama yang disebut Nazaruddin itu tidak terlibat baru Ruhut diam. Sudahlah, kuanggap dia seperti Nenek Lampir saja," tegas Ruhut.
(lh/tor)











































