Di Ogan Komering Ilir Sumsel, Para Hafidz 'Digaji'

Di Ogan Komering Ilir Sumsel, Para Hafidz 'Digaji'

- detikNews
Sabtu, 23 Jun 2012 11:41 WIB
Jakarta - Untuk merangsang masyarakat menghapal Alquran, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memberikan tunjangan sebesar Rp 400 ribu per bulan kepada para penghapal atau hafidz Alquran 30 juz. Saat ini sudah ada puluhan hafidz Alquran 30 juz yang mendapatkan tunjangan tersebut.

β€œIni merupakan pemuliaan terhadap mereka dan juga upaya menjadikan masyarakat di OKI agar getol membaca dan berminat menghapal Alquran. Saya berharap bulan Ramadan ini akan lahir hafidz yang baru,” kata Bupati OKI, Ishak Mekki, kepada wartawan di Kayuagung, Kabupaten OKI, Sabtu (24/06/2012).

Ishak mengatakan jika banyak masyarakat gemar membaca dan menghapal Alquran, maka nilai-nilai ajaran Islam yang terkandung di dalam Alquran akan lebih mudah dipahami dan diterapkan masyarakat. β€œDampaknya karakter manusia Indonesia yang cerdas, sehat, dan bermoral akan terwujud,” ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ishak yang mengaku saat ini belum hafidz Alquran 30 juz, mengaku terinspirasi dari ayahnya yang seorang hafidz Alquran, H. Ahmad Mekki, juga mertuanya yang merupakan tokoh agama terkenal di Kayuagung, H. Muchtar Abdullah.

β€œSosok mereka juga yang mendorong saya untuk menghormati para hafidz dan guru agama,” tutur Ishak.

Selain itu, guna menjaga kinerja para guru agama, seperti ustad dan ustadzah, serta pembantu pegawai pencatatan nikah (P3N), pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) juga memberikan tunjangan setiap bulannya. Untuk 3.500 ustad dan ustadzah, setiap bulannya diberikan tunjangan sebesar Rp 75 ribu. Selain itu, sebanyak 340 petugas P3N menerima tunjangan sebesar Rp 250 ribu setiap bulan.

Menurut Ishak, di masa lalu Kabupaten OKI merupakan daerah yang banyak melahirkan qori dan qoriah terbaik di Sumatera Selatan. Sebagian pernah meraih juara nasional. Bahkan hafidz Alquran 30 juz, yakni Muhammad Zaki Al-Hafidz, meraih peringkat ke-12 dunia.

Oleh karena itu, guna mengembalikan keadaan tersebut, setiap tahun pemerintah Kabupaten OKI memberikan bantuan pembinaan kepada para qori dan qoriah yang berprestasi sebesar Rp 20 juta. Sementara 40 pondok pesantren di Kabupaten OKI, setiap tahunnya menerima bantuan operasional Rp 40 juta.

Bantuan pembinaan tersebut ternyata memberikan dampak yang signifikan. Pada 2010, Kabupaten OKI menempati urutan ke-5 di Sumsel pada ajang
MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran), tahun 2011 naik ke urutan kedua, tahun 2012 duduk di urutan ketiga, dan tahun 2013 Kabupaten OKI berkeinginan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Sumatera Selatan.

(tw/trq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads