"Kalau kita jalan-jalan ke Korea Selatan produksi dalam negerinya sangat tinggi. Dimana-mana terlihat mobil merk Hyundai atau KIA, sangat jarang kelihatan mobil Toyota atau Honda. Begitu juga dengan batik, mudah-mudahan bisa sama seperti itu," ujar Didik di Universita Paramadina, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2012).
Didik mengatakan, dalam sosialisasi pilkada DKI kali ini, dirinya dan Hidayat Nur Wahid mengusung tagline "Coblos Batiknya". Hal itu juga sebagai upaya untuk mendongkrak penjualan batik, khsususnya di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayangkan kalau 100 dari 200 juta orang belanja batik, belanjanya Rp.500 ribu, maka sudah Rp.50 triliun volume produksi batik. Jadi batik harus bisa meningkatkan ekonomi Jakarta dan ikon Jakarta," imbuhnya.
Ada 41 peserta dalam acara ini. Juri yang dihadirkan juga orang yang berpengalaman dalam bidang batik. Seprti Herlin (Mahadevi Batik Indonesia), Mieke Siswono (isteri dari mantan Menteri Pertanian, Siswono Yudhohusodo), Ifa dan Martono (pakar batik Jawa Barat).
(van/van)











































